Polda Jatim Ringkus Pelaku Pembuat Dokumen Palsu Jelang Pilkada Serentak

oleh
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Dirreskrimum Kombes Pol Pitra Ratulangie dan Kabid Humas Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di mapolda, Jalan A Yani, Surabaya, Senin (17/2/2020).

SURABAYA, Senin (17/2/2020) suaraindonesia-news.com – AS (44) warga asal Srengat, Blitar, Jawa Timur berhasil dibekuk oleh Satuan Tugas (Satgas) Praja Semeru Polda Jatim karena pembuat dokumen kependudukan berupa surat Kartu Keluarga (KK), Akte Kelahiran, KTP, Pasport palsu yang diduga digunakan untuk Pilkada atau Pilkades serentak.

“Satgas praja Semeru berhasil menangkap pelaku pemalsuan KTP, dokumen kependudukan. Penangkapan pelaku ini merupakan hasil bentuk cipta kondisi menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini.Guna antisipasi tindak kecurangan seperti penggelembungan suara pemilihan,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Dirreskrimum Kombes Pol Pitra Ratulangie dan Kabid Humas Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada suaraindonesia-news.com di mapolda, Jalan A Yani, Surabaya, Senin (17/2).

Diungkapkannya, Bahwa jaringan pemesannya cukup luas sampai ke Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Maluku.

“Nantinya data yang dipesan itu akan digunakan untuk kepentingan Pemilu, Pemilukada dan Pilkades nantinya serta pasport. Caranya dengan memasukkan dokumen dari level tingkat bawah dari desa dan kelurahan yaitu surat-surat mulai dari KK, akta kelahiran, KTP, keterangan domisili,” ungkapnya.

Menurutnya, Penangkapan ini dilakukan karena ingin mengamankan jalannya Pilkada yang aman, jujur dan damai. Kedepannya, pihaknya akan menggandeng Dispendukcapil, Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu agar proses berjalan dengan jujur.

“Kita ketahui bersama ada 270 Pilkada di seluruh Indonesia tidak menutup kemungkinan modus pemalsuan dokumen ini akan menjadi marak dan digunakan terutama untuk kepentingan nanti pencoblosan,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan tersangka, praktik ini baru dilakukan dalam waktu tujuh bulan. Walau terbilang belum lama, namun tersangka telah mendapat keuntungan sebesar Rp1 miliar karena sudah ada 500 pesanan dan untuk satu orang pemesan dihargai Rp2 juta.

“Baru tujuh bulan tapi ini cukup besar ya untuk tersangka ini mendapatkan keuntungan sehingga sampai Rp1 miliar,” tukasnya.

Ditambahkannya, Dalam hasil pengungkapan ini, polisi mengamankan dokumen palsu yang berhasil dibuat, puluhan stempel, laptop, dan printer.

“Tersangka dijerat pasal 263 ayat 1 dan 2 juncto pasal 93 dan 96 terkait administrasi kependudukan. Dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkas Jenderal bintang dua itu.

Reporter : Addy/Agus DC.
Editor : Amin
Publiser : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *