PNS Terus Diminta Tingkatkan Kompetensi

oleh -31 views
Ilustrasi

TAHUNA, SuaraIndonesia-News.Com – Menanggapi tuntutan perkembangan jaman dan desakan arus globalisasi yang semakin deras, Bupati Sangihe, Drs HR Makagansa, M. Si berharap, para bawahannya di lingkup pemerintahan terus meningkatkan kompetensinya.

Makagansa beralasan, ada sejumlah agenda internasional seperti MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), AFTA, dan lain sebagainya yang harus dihadapi oleh Indonesia termasuk Kabupaten Sangihe di dalamnya.

“Sangihe berada pada posisi strategis sebagai daerah perbatasan. Dan hal itu menjadi sebuah keuntungan tersendiri yang harus dimanfaatkan oleh kita semua. Demikian halnya, dengan konsep pemerintahan Jokowi yang akan membangun dari daerah pinggiran menjadi kekuatan lainnya bagi daerah ini,” ungkap Makagansa, belum lama ini, pada sejumlah awak media.

Dia kemudian berkata, salah satu strategi menghadapi tuntutan jaman adalah peningkatan SDM atau kompetensi aparatur pemerintahan.

“Setiap pimpinan SKPD wajib meningkatkan kompetensi secara terus-menerus. Dan hal ini harus konsisten dilakukan oleh aparat mulai dari level pimpinan sampai dengan bawahannya. Dengan kompetensi memadai maka kreativitas dan inovasi akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya,” sambung Mantan Pejabat Bupati Bolmut itu.

Hal senada juga turut diamini oleh Sekab Sangihe, Edwin Roring SE. Menurutnya, percepatan pembangunan SDM aparatur harus dilakukan secara intens, sebab hanya dengan kompetensi yang mumpuni dari seorang aparaturlah, kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah atau cepat terwujud.

“Peningkatan kompetensi harus dilakukan meliputi berbagai aspek. Tak hanya pengetahuan atau ketrampilan semata, namun lebih daripada itu menyangkut aspek lainnya seperti kemampuan sosial dan beradaptasi dengan lingkungan harus juga melekat pada diri masing-masing aparatur,” tandas Roring mendukung statemen atau pernyataan dari Makagansa.

Adapun, salah seorang warga asal Kelurahan Tona, Kecamatan Tahuna, Adrian Budiman menilai, sejumlah oknum pegawai tak jarang menampilkan citra yang bertolak belakang dengan tugas dan fungsinya.

“Kalau mau dilihat secara kasat mata PNS-PNS banyak yang hanya merugikan uang negara. Misalnya, saat jam kantor sejumlah pegawai sudah terlihat santai asyik memainkan game komputer. Padahal, jam kantor masih belum selesai. Demikian juga, PNS-PNS dari daerah lain yang doyan pulang setiap minggunya ke Manado dan daerah sekitarnya. Bahkan, beberapa dari antara mereka (PNS asal daerah lain, red) hanya menjadikan Sangihe sebagai ‘batu loncatan saja,” tukas Adrian yang terlihat agak sedikit kesal, Selasa sore kemarin. (han).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *