BeritaRegionalSosial Budaya

PMII Jatim Gelar Harlah ke-65 di Kediaman Gubernur Khofifah, Tekankan Kolaborasi dan Semangat Perubahan

×

PMII Jatim Gelar Harlah ke-65 di Kediaman Gubernur Khofifah, Tekankan Kolaborasi dan Semangat Perubahan

Sebarkan artikel ini
IMG 20250418 201922
Foto : Ketua PKC PMII Jawa Timur, Baijuri bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di kediamannya saat memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-65 PMII, (Foto Istimewa for Sura Indonesia)

SUMENEP, Jum’at (18/04) suaraindonesia-news.com – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-65 PMII di kediaman Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Kamis malam. 17 April 2025.

Acara tumpengan ini dihadiri puluhan kader PMII serta perwakilan organisasi ekstra kampus tergabung dalam Cipayung Plus Jatim.

Momentum ini menjadi ajang refleksi sekaligus komitmen PMII untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat Jawa Timur.

Ketua PKC PMII Jawa Timur, Baijuri, dalam sambutannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan Harlah di kediaman Gubernur merupakan inisiasi langsung Khofifah selaku Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PMII Jatim.

“Ibu Khofifah adalah role model bagi kami. Beliau contoh pemimpin yang menginspirasi, dan kami banyak belajar dari beliau dalam memimpin Jawa Timur dengan integritas dan dedikasi luar biasa,” ungkap Baijuri.

Ia menegaskan, PMII Jatim ke depan akan berkomitmen penuh berkolaborasi dengan Pemprov Jatim guna menyukseskan program-program strategis demi mewujudkan Jatim yang berkemajuan.

Acara yang diisi dengan potong tumpeng sebagai simbol syukur ini juga menjadi momen Khofifah berbagi kisah perjuangannya sebagai aktivis PMII kala itu.

Gubernur dua periode itu bercerita tentang pengalaman mendampingi Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam proses pencalonan sebagai presiden pada 1999.

“Saat itu, Gus Dur menelepon saya tepat pukul 00.04 dan bilang, ‘Mbak, saya mau maju presiden. Tolong buatkan berkas pencalonannya,” kenang Khofifah di hadapan para kader.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa ia tidak tidur untuk melaksanakan tugas yang diberi Gus Dur dalam mempersiapkan berkas pencalonan. Khofifah mengaku bahwa dirinya dianggap bisa mengetik cepat waktu itu.

Selain itu, ia menekankan bahwa ketahanan fisik dan mental adalah modal penting yang hanya dimiliki oleh aktivis.

“Hanya aktivis kuat yang bisa begadang tanpa mengeluh. Pengalaman itu menjadi bekal saya hingga bisa berkontribusi di birokrasi seperti sekarang,” ujarnya.

Khofifah juga mendorong organisasi ekstra kampus, termasuk Cipayung Plus, untuk terus bersatu dan aktif dalam pembangunan bangsa.

“Kebersamaan adalah kunci menghadapi tantangan ke depan. Tetap bersama-sama bersahabat, membangun persaudaraan sejati, untuk bisa memberikan penguatan kepada bangsa dan nengara,” tambahnya.

Ibu Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemuda yang tergabung dalam Cipung Plus Jatim dalam membangun jawa timur sebagai gerbang baru nusantara.

“Kebersamaan aktivis pemuda ini penting untuk menyongsong jawa timur sebagai gerbang baru nusantara. Semoga harlah ke 65 pmii ini membawa semangat baru, terutama bagi kader PMII,” ungkapnya.

Harlah ke-65 PMII ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran pemuda dalam menyikapi dinamika sosial-politik, sekaligus menjaga marwah organisasi sebagai laboratorium kepemimpinan nasional.

Kisah Ibu Khofifah ini menjadi pelajaran penting bahwa menjadi merupakan kesiapan berkontribusi nyata untuk masyarakat. Dengan semangat baru, PMII Jatim bersiap melanjutkan peran sebagai “generasi penggerak perubahan” di tanah air.