PMI Gelar Sosialisasi Program Pengurangan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat Wilayah Perkotaan

Foto besama usai sosialisasi

BOGOR, Jumat (25 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Palang Merah Indonesia (PMI) lakukan sosialisasi program pengurangan resiko terpadu berbasis masyarakat wilayah perkotaan (greater jakarta programmer).

Hadir pada acara tersebut perwakilan PMI pusat, American Red Cross yang dihadiri Mery Turnip, Kepala Markas PMI Kabupaten Bogor Abidin, perwakilan pengusaha, Perwakilan dari PWI, Pokja Wartawan Kab.Bogor dan undangan lainnya.

Adapun yang dibahas pada saat sosialisasi tersebut adalah, pengurangan resiko bencana di kabupaten bogor dengan pengelolaan sampah dan pembuatan ruang terbuka hijau.

Menurut kepala markas PMI Kabupaten Bogor Abidin, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), wilayah kabupaten bogor memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia.

Letak geografis Kabupaten Bogor yang sebagian besar berupa dataran tinggi, perbukitan dan pegunungan serta memiliki curah hujan yang tinggi dan di aliri 6 Daerah Aliran Sungai (DAS) mengindikasikan senagian daerah rawan bencana terutama tanah longsor, angin puting beliung dan banjir.

Menurutnya, untuk membantu kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, PMI Bogor bekerjasama dengan Palang Merah Amerika telah melakukan program Pengurangan Resiko Bencana Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA) yang meliputi kegiatan berbasis masyarakat.

Diantaranya peningkatan kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana dan perlindungan lingkungan, penguatan sistem peringatan dini, simulasi, penguatan jejaring dan kemitraan, penguatan infrastruktur, penguatan pengetahuan, sikap dan keterampilan.

Berkaitan dengan peningkatan kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana dan lingkungan kata Abidin, PMI Kab.Bogor telah melakukan berbagai kegiatan terkait mitigasi, antara lain pengelolaan sampah melalui sistem daur ulang, Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan pengembangan sumur resapan di pemukiman.

“Untuk memaksimalkan hal tersebut PMI Bogor membutuhkan keterlibatan dari banyak pihak terutama dari pihak swasta dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Ditambahkan Abidin, sampah sudah menjadi issue penting bagi PMI Kab.Bogor berdasarkan data kebencanaan (Banjir) PMI dan data statistik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menunjukkan produksi sampah semakin banyak, sementara kapasitas tempat pembuangan akhir sudah sangat terbatas (TPA Galuh) sehingga sungai, drainase dan lahan tak produktif menjadi alternatif masyarakat untuk membuang sampah yang pada akhirnya mengakibatkan berbagai bencana.

“Untuk mengurangi pemanfaatan lahan tidak produktif sebagai tempat buang sampah, maka PMI Kab.Bogor juga mendukung terbuatnya RTH yang selain memiliki fungsi ekologis juga akan digunakan sebagai fasilitas evakuasi jika terjadi bencana,” pungkasnya. (Iran G Hasibuan)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here