Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
PendidikanRegional

Plafon Dan Dinding Bangunan Banyak Rusak, SPNF-SKB Tangan–Tangan Butuh Rehab

Avatar of admin
×

Plafon Dan Dinding Bangunan Banyak Rusak, SPNF-SKB Tangan–Tangan Butuh Rehab

Sebarkan artikel ini
IMG 20200115 133737
Plafon bocor dan dinding Bangunan Kantor rusak, SPNF-SKB Tangan-Tangan butuh renovasi dan  perhatian pemerintah.

ABDYA, Rabu (15/1/2020) suaraindonesia-news.com – Satuan Pendidikan Non Formal-Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) selama ini terkesan kurang perhatian dari Pemerintah Daerah dengan kondisi bangunannya dan keterbatasan fasilitas belajar yang kurang memadai.

Diketahui, sejak dibangunnya pada tahun 2004,SPNF-SKB Abdya yang berada di Kecamatan Tangan-tangan itu, belum pernah direnovasi atau direhap sama sekali oleh pemerintah setempat, ironisnya kini terlihat banyak Plafon dan dinding yang rusak sehingga perlu direhab kembali.

“Kondisi bangunan dan fasilitas belajar sudah sangat memprihatinkan antaranya ruangan belajar siswa, ruang guru dan aula pertemuan, semua itu perlu adanya rehab besar,” sebut Kepala SPNF-SKB Abdya Akmal Abdullah Ali.

Akmal mengatakan, pemerintah seharusnya melirik dan menganggarkan biaya untuk perbaikan sarana dan fasilitas pendidikan itu. Mengingat fasilitas itu sangat dibutuhkan sekali untuk menanggulangi anak atau warga putus sekolah. Sementara sebagian dari kondisi bangunannya rusak, sehingga aktivitas belajar mulai terusik.

Baca Juga :  Pemkot Langsa Peringati Isra' Mi'raj

“Selain kondisinya rusak, juga kurang ada perawatan, yang menjadi sebab, karena keterbatasan anggaran untuk memperbaikinya,” jelas Akmal.

Pentingnya ada perbaikan fasilitas belajar, kata Akmal karena para siswa juga ingin bersaing dengan sekolah formal. Hal itu guna meningkatkan kualitas pendidikan dengan dibarengi perbaikan kantor dan sarana prasarana lainnya yang dibutuhkan para siswa maupun pihak pengelola.

“Dengan dibarengi perbaikan, ia berharap kualitas pendidikan di SKB semakin meningkat, selain bertambahnya peserta didik,” tutur Akmal Ali.

Sementara itu ditempat terpisah, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Abdya Jauhari S. Pd melalui Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Muhammad Hasan S. Pd mengatakan, pihaknya sudah mengajukan ke pemerintah setempat untuk rehab bangunan dan kelengkapan fasilitas belajar siswa.

Baca Juga :  Diduga Gelapkan Dana 18 M, Disdik Sumenep Didemo Para Aktivis

“Insya Allah, tahun 2020 ini sudah direalisasi anggaran perbaikan ruangan kelas dan ruangan sekretariat SPNF-SKB, serta fasilitas sarana dan prasarana belajar siswa,” sebut Muhammad Hasan.

Dikatakan Muhammad Hasan, SPNF-SKB Abdya merupakan salah satu sanggar belajar non formal yang menampung siswa putus sekolah yang meliputi paket A, B, dan C, dan selama ini kita tahu ada peningkatan siswa namun tidak luput dari pantauan kita selama ini, hanya saja plot anggarannya tidak terealisasi oleh pemkab.

“Kedepan SPNF-SKB kita harapkan bisa lebih meningkat dari mutu dan kualitasnya, sebagai mana harapan kita semua untuk memajukan sekolah non formal kebanggaan Abdya ini,” pungkas Muhammad Hasan.

Reporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Oca