DELI SERDANG, Selasa (27/1) suaraindonesia-news.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pancur Batu berencana menjalin kerja sama dengan SPNF PKBM Samera Indonesia dalam bidang pendidikan kesetaraan dan pendidikan khusus bagi warga binaan. Rencana kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala SPNF PKBM Samera Indonesia, Laila Sari, S.Psi., M.Pd, dengan perwakilan Lapas Pancur Batu, Theo Panggabean, selaku Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat).
Theo Panggabean menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan warga binaan, agar mereka memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan sosial ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembinaan warga binaan agar mereka memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan sosial ketika kembali ke masyarakat,” ujar Theo.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak berupaya membuka akses pendidikan yang inklusif bagi warga binaan, khususnya bagi mereka yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Program pendidikan kesetaraan yang direncanakan meliputi Paket A, Paket B, dan Paket C, serta layanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan warga binaan.
Sementara itu, Kepala SPNF PKBM Samera Indonesia, Laila Sari, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pelaksanaan pendidikan nonformal di lingkungan Lapas Pancur Batu dengan pendekatan yang humanis dan adaptif.
“PKBM Samera Indonesia siap mendukung pelaksanaan pendidikan nonformal di Lapas Pancur Batu dengan pendekatan humanis dan adaptif,” kata Laila Sari.
Ke depan, Lapas Kelas IIA Pancur Batu dan PKBM Samera Indonesia berencana menyusun nota kesepahaman (MoU) serta perjanjian kerja sama teknis sebagai dasar pelaksanaan program pendidikan tersebut.












