PKBM Bintang Tunas Mulia Tetap Laksanakan ANBK Meski Banyak Kendala

oleh -81 views
Kepala PKBM Bintang Tunas Mulia (BTM) Rusmana saat diruangan kerjanya

KOTA BOGOR, Rabu (22/09/2021) suaraindonesia-news.com – Pelaksanaan ujian program Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bagi siswa yang tergabung dalam proses belajar mengajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi kendala serius.

“ANBK merupakan program Kementarian Pendidikan dan Kebudayaan dan hal baru bagi PKBM. Ditengah pandemi Covid-19 program tersebut kurang tepat dilaksanakan. Mengingat keterbatasan belajar mengajar dan peralatan,” kata Kepala PKBM Bintang Tunas Mulia (BTM) Rusmana, Selasa (21/09/2021).

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 proses belajar mengajar dilakukan daring di rumah. Sementara para siswa masih banyak terkendala seperti tidak punya Handphone (HP) Android, atau sinyal kurang baik untuk mengikuti belajar di rumah (daring).

“Ujian program ANBK bagi siswa PKBM tergolong baru dan siswa PKBM telah terdata dengan baik, maka mau tak mau ANBK harus diikuti, meski berat. ANBK akan dilaksana pada bulan ini,” kata Rusmana.

Rusmana menyebut pelaksanaan ANBK untuk paket C akan dilaksanakan dalam dua gelombang yakni gelombang pertama 20-21 September dan gelombang kedua 22 hingga 23 September dan bergabung dengan SMPN 5 Kota Bogor.

Dijelaskan, program ANBK merupakan program baru kementerian bagi PKBM, persoalannya, kementerian kurang sosialisasi dengan para pelaksana PKBM yang kesulitan memiliki peralatan seperti komputer karena keterbatasan dana. Karena umumnya para penyelenggara tidak mentargetkan biaya bagi siswa yang belajar di PKBM.

“Para siswa bisa belajar sepuasnya dan bayar seikhlasnys. Itu moto juang PKBM Bintang Tunas Mulia, yang selama ini telah berjalan,” tegas Rusmana.

Pelaksanaan ujian ANBK tahun ini tegas Rusmana, selain terkendala kurang sosialisasi dari kementerian dan ditingkat Provinsi hingga ditingkat kota maupun Kabupaten kurang tersosialisakan. Akibatnya jadi kendala serius.

Akhirnya berdampak pada para pelaksanaan PKBM di daerah kelimpungan untuk mengikuti pelaksanaan ujian ANBK. Namun demikian para siswa yang ikut belajar di PKBM tetap mengikuti ujian tersebut, karena ini bagian dari program kementerian.

“Ini bagian dari program pemerintah, mau tak mau harus diikuti. Walaupun pada dasarnya PKBM mengalami kesulitan ditengah kondisi pandemi Covid 19 dan banyak yang belajar secara daring,” ungkapnya.

Rusmana juga menjelaskan pelaksanaan ANBK tahun ini seakan dilakukan di era normal dan tak ada Corona. Dampaknya, akan terjadi ketimpangan dalam pelaksanaan dan kesiapan untuk mengikuti ANBK yang berjalan seperti kehidupan normal.

Selama ini ungkap Rusmana baik sekolah reguler maupun PKBM, belajar secara daring, masih banyak disana sini terkendala HP Android, tak semua siswa memiliki Android. Selain itu warga yang ikut PKBM masih banyak siswa yang belajar di PKBM tidak setara (umur sekolah, red) dan kebanyakan tidak setara melebihi umur bahkan banyak siswa pengangguran.

“Itu kondisi sesungguhnya yang terjadi pada siswa yang mengikuti belajar pada PKBM di negeri ini,” tegasnya.

Diperparah lagi, lanjut Rusmana, kondisi ekonomi masyarakat terhimpit akibat berbagai kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 seperti adanya PSBB maupun PPKM hingga ganjil genap. Hal ini berdampak ekonomi masyarakat dan berdampak pula pada siswa terutama pada siswa yang tergabung dalam PKBM.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Moh Hasanuddin
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *