PJI Gelar Coffee Morning Dan Bedah Buku Virtual Currency Dalam Tindak Pidana Pendanaan Terorisme di Indonesia

oleh -256 views

BOGOR, Selasa (19/02/2019) suaraindonesia-news.com – Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) menggelar coffee morning dan bedah buku “Virtual Currency Dalam Tindak Pidana Pendanaan Terorisme di Indonesia” bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Jl. IR. H. Juanda No.6 Bogor, Selasa (19/2).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor Yudi Indra Gunawan mengatakan kepada wartawan usai acara, bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk sosialisasi khususnya kepada para jaksa – jaksa. Buku Virtual Currency Dalam Tindak Pidana Pendanaan Terorisme di Indonesia yang ditulis oleh Noor Rachmad, Yunus Husein, Setia Untung Arimuladi ini sebagai pengetahuan dan antisipasi para jaksa menghadapi perkembangan jaman sekarang ini.

“Teknologi yang semakin maju sekarang ini, khususbya didunia maya, ada bentuk suatu transaksi antar rekening, seperti memindahkan dana atau pembelian barang – barang. Sekarang ini transaksi tersebut sangat rawan digunakan untuk transaksi kejahatan baik itu narkoba, terorisme dan kejahatan lainnya,” ungkap Yudi.

Menurut Yudi, saat ini Virtual Currency memang masih sangat awam, baik di masyarakat, bahkan dikalangan jaksa sendiri.

“Jadi dalam sosialisasi dan bedah buku ini, sebagai langkah antisipasi bagi para Jaksa kedepannya,” terangnya.

Sementara seorang penulis buku Dr. Yunus Husein SH. MH, menyampaikan, bahwa Virtual Currency ini bisa disebut sebagai uang maya atau sistem pembayaran, tapi bukan sistem pembayaran yang sah saat ini.

“Dalam isi buku ini sebagai edukasi bagi masyarakat dan khususnya bagi penegak hukum. Virtual Currency ini dapat menjadi alat transaksi kejahatan, maka dalam buku ini bagaimana pemahaman bagi para penegak hukum untuk mengetahui lebih dalam dan mengatasi soal Virtual Currency,” kata Yunus.

Ditambahkan Yunus, pemahaman Virtual Currency bagi penegak hukum, dalam hal ini Jaksa-jaksa, sangat diperlukan dengan semakin canggihnya perkembangan teknologi sekarang ini. Sistem transaksi maya ini dapat berkembang menjadi transaksi – transaksi kejahatan, jika para penegak hukum sendiri tidak bisa memahami dan mengerti akan sangat berbahaya bagi bangsa dan negara ini tuturnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan