PATI, Kamis (26/06) suaraindonesia-news.com – Pindah tugas, Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Pati, Jaka Pramono, menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Pati.
Hal itu diungkapkan Jaka Pramono, saat acara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Kantah Pati kepada pejabat baru, Winarto, yang berlangsung sederhana dan penuh keakraban, di aula kantor setempat, Kamis (26/06/25), sore.
“Terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Pati yang telah memanfaatkan layanan Kantor Pertanahan Pati”, kata Jaka Pramono.
Menurut dia, kegiatan Kantor Pertanahan meliputi 2 hal, yakni pelayanan dan program.
Untuk segi pelayanan, ungkap Jaka Pramono, Kantah Pati dalam 1 tahun mampu memberikan layanan sebanyak 80 ribu transaksi.
“Kita termasuk 11 Kantah dengan pelayanan terpadat di Indonesia. Untuk Jawa Tengah, kita nomor 2 setelah Semarang”, ungkapnya.
Artinya, tambah Jaka Pramono, masyarakat Kabupaten Pati telah sadar betul terhadap pemanfaatan dan guna sertifikat sebagai tanda bukti hak, serta dalam rangka mendukung kegiatan usaha dan perekonomian.
Dari segi program, Jaka Pramono menyebut, tahun ini penyertifikatan tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), hanya sebanyak 5.292 bidang, dari rencana semula 25.000 bidang. Hal itu terjadi karena adanya kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah.
Dalam kesempatan itu, ia memberikan kesan selama memimpin Kantah Pati, bahwa dinamika masyarakat cukup tinggi dengan segala problematika pertanahan yang ada.
Sementara itu, pejabat baru yang menduduki Kepala Kantah Pati, Winarto, berharap dapat meneruskan kinerja pendahulunya.
“Kita teruskan dan laksanakan apa yang sudah dilakukan, dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semoga ke depan dapat berjalan dengan baik seperti yang masyarakat mau”, tutur Winarto.
Itu dapat tercapai, lanjut dia, dibutuhkan dukungan dan komitmen seluruh karyawan Kantah Pati.
Winarto sebelumnya merupakan Kepala Kantah Tegal, sedangkan Jaka Pramono selanjutnya mengemban tugas sebagai Kepala Kantah Blora, sesuai Surat Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN RI.













