Pimred SI, Meminta Polres Raja Ampat Tidak Lamban Menangani Kasus Penganiayaan Terhadap Wartawan

Kiri petugas Bayanmas polres Raja Ampat, Brigadir Egar G. Iskal, Kanan Zainal Laadala Wartawan korban penganiayaan, saat melapor di Polres Raja Ampat

Raja Ampat, Suara Indonesia-News.Com – Pimpinan Redaksi Suara Indonesia Zaini Amin, mengecam sikap premanisme  George Kaisepo, ajudan PJ. Bupati Raja Ampat, Seroyer Elisa, S. Sos yang sempat melakukan pemukulan terhadap Zainal Laadala wartawan Koran Nasional Suara Indonesia, Sabtu (26/12/2015) kemarin siang.

Kecaman tersebut berawal, Seperti yang di beritakan sebelumnya, Zainal Laadala, jurnalis yang dihantam George Kaisepo, ajudan PJ. Bupati Raja Ampat, Seroyer Elisa, S. Sos, Sabtu (26/12/2015) hingga mengalami luka memar di bagian muka kiri dan kanan.

Tidak hanya pukulan saja yang di terima wartawan namun ajudan PJ. Bupati Raja Ampat, Seroyer Elisa, S.Sos juga mengancam akan membunuh dan mengancam wartawan tidak boleh ke kantor Bupati.

“Awas jika saya melihat kamu di  kantor Bupati,” ujar Zainal Laadala menirukan ancaman George..

“Harusnya George Kaisepo, selaku ajudan PJ. Bupati Raja Ampat faham tugas dan fungsi wartawan, apalagi dia seorang ajudan orang nomer satu di Raja Ampat,” Tegas Zaini dengan nada lantang.

Menurutnya, wartawan adalah mitra Pemerintah, jadi siapapun seharusnya menghargai tugas wartawan apalagi seorang pejabat, Jelas Zaini.

“Sikap dan tindakan seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena ini jelas-jelas melanggar UU Pers No 40 tahun 1999 yang pidana sudah jelas,” Tegasnya.

Dijelaskan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat, menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 di pidana, dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun, atau denda paling banyak Rp.500.000.000.(Lima ratus juta rupiah)

Zaini juga berharap, agar pihak kepolisian jajaran Polres Raja Ampat tidak lamban dan segera memperoses tindak pidana tersebut.

“Saya selaku Pimpinan Redaksi Suara Indonesia, meminta kepada pihak kepolisian jajaran Polres Raja Ampat segera menindak lanjuti dan memperoses kasus penganiayaan ini,”Tutup Zaini.(Redaksi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here