ABDYA, Senin (9/2) suaraindonesia-news.com – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya. Apel tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Barat Daya, Senin (9/2/2026).
Apel gabungan diikuti oleh seluruh ASN dan Non-ASN dari berbagai instansi. Sejumlah kepala dinas, badan, dan kantor turut melaporkan tingkat kehadiran pegawai masing-masing, baik yang hadir maupun yang tidak mengikuti apel.
Dalam arahannya, Bupati Safaruddin menegaskan pentingnya peningkatan disiplin kerja bagi seluruh ASN dan Non-ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari.
“Tujuan kita mengadakan apel ini adalah untuk memberikan penyemangat serta meningkatkan kedisiplinan ASN yang tumbuh dari kesadaran pribadi masing-masing,” ujar Safaruddin.
Selain disiplin kerja, Bupati juga menekankan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat. Ia menyampaikan bahwa baru-baru ini seluruh kepala daerah yang mengikuti pertemuan di Sentul, Jakarta, diminta untuk menerapkan dan menggalakkan kebersihan lingkungan di daerah masing-masing.
“Pantai-pantai yang berpotensi menjadi destinasi wisata lokal maupun internasional harus menjadi cerminan kebersihan masyarakat setempat. Walaupun sudah disampaikan melalui surat edaran kepada Plt Sekda, saya tegaskan kembali agar mulai sekarang tidak ada lagi sampah berserakan, terutama di lingkungan Setdakab, Dinas Pendidikan, sekolah-sekolah, kawasan perkotaan, pantai, serta gampong-gampong,” tegasnya.
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan pembentukan karakter disiplin sejak dini, Safaruddin menginstruksikan agar diterbitkan surat edaran kepada Dinas Pendidikan. Melalui kebijakan tersebut, setiap sekolah diminta agar para siswa menjaga satu tanaman atau pohon.
“Dengan menjaga satu tanaman, kita ingin menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab kepada anak-anak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Safaruddin juga menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari instansi terkait, camat, hingga para keuchik, untuk menyukseskan Program Strategis Nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah masing-masing.
“Saya minta instansi terkait, camat, dan para keuchik berkewajiban menyukseskan KDMP yang ada di wilayahnya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Safaruddin juga menyampaikan perkembangan program Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Ia menargetkan penambahan dua kampung nelayan baru pada tahun ini.
“Saya menargetkan tahun ini akan ditambah dua Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini sudah disambut oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, tinggal menginput data lokasi,” katanya.
Selain itu, Bupati turut menyinggung program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan dan Jembatan. Ia menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya Abdya hanya mendapatkan satu ruas jalan, yakni ruas Suak Sane, dengan anggaran sebesar Rp13 miliar yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Ke depan, ia menargetkan alokasi anggaran pembangunan jalan dan jembatan dapat mencapai Rp71 miliar untuk Kabupaten Aceh Barat Daya.
Terkait pembangunan Sekolah Rakyat, Bupati Safaruddin menyampaikan bahwa pada tahun ini Pemkab Abdya akan menyelesaikan proses penetapan lokasi lahan. Pembangunan fisik sekolah direncanakan akan dilaksanakan pada tahun berikutnya dan lokasinya akan berdampingan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat Daya.
Dalam apel tersebut, Bupati juga memberikan teguran keras kepada Direktur RSUD Teungku Peukan terkait dugaan adanya praktik pelayanan yang diskriminatif dan kurang responsif terhadap masyarakat.
“Saya minta direktur dan seluruh petugas kesehatan melayani masyarakat dengan sikap yang ramah dan sejuk. Jangan ada pelayanan yang membeda-bedakan. Petugas yang bersikap cuek terhadap pasien harus ditindak tegas. Selain itu, ruang inap, termasuk kamar mandi, harus dijaga kebersihannya agar pasien merasa nyaman,” tegasnya.
Apel gabungan tersebut diharapkan menjadi momentum peningkatan disiplin, kebersihan lingkungan, serta kualitas pelayanan publik di Kabupaten Aceh Barat Daya.












