KOTA BATU, Rabu (18/9/2019) suaraindonesia-news.com – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Plkades) serentak di 11 Desa di Kota Batu, Jawa Timur yang akan di gelar 2 Oktober 2019 mendatang oleh Pemerintah kota (Pemkot) Batu diyakini akan berjalan damai, tertib, aman dan lancar. Meskipun demikian pemerintah juga berharap agar semua pihak saling bekerja sama dalam menyukseskan pilkades serentak tersebut.
“Namun apabila ada orang luar (red: Luar daerah) yang tidak memiliki kepentingan, kemudian mereka datang secara sembunyi-sembunyi dengan melakukan praktek-praktek curang. Jelas hal ini akan membuat warga menjadi resah dan tidak kondusif,” kata Camat Batu Yopi Supriyadi saat ditemui usai deklarasi damai di tiga Desa di Kecamatan Batu, Kota Batu, Rabu (18/9).
Menurutnya, paraktek-praktek curang yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab di Batu masih berpotensi, baik money politik (politik uang) maupun perjudian.
Jika terjadi pelanggaran hukum berat dalam pilkades, baik dilakukan oleh tim sukses, calon Kades atau warga, kata dia, akan dilakukan penegakkan hukum sesuai peraturan berlaku. Dan jika calon kades terbukti melakukan pelanggaran hukum maka yang bersangkutan akan di diskualifikasi atau di coret.
“Tapi saya masih yakin pilkades di kota Batu akan berjalan aman dan damai, semua pihak akan mentaati aturan yang ada, untuk itu semuanya harus dapat menciptakan suasana yang damai dan aman,” ungkapnya.
Agar tidak terjadi praktek yang menyalahi aturan dan melawan hukum, pihaknya telah bekerja sama dengan TNI, Polri, Linmas untuk mengawasi Pelaksanaan Pilkades serentak di kota Batu yang aman dan damai.
“Bila memang ditemukan terjadi praktek kecurangan dan perbuatan melawan hukum dalam pelaksanaan pilkades, baik money politik atau perjudian segera laporkan ke pihak yang berwajib,” ungkap Yopi.
Reporter : Adi wiyono
Editor : Amin
Publisher : Marisa












