BeritaPolitik

Pilkada Deli Serdang Tercoreng, Diduga Pejabat ASN di Dinas Pendidikan Menebar Intimidasi

Avatar of Suara Indonesia
×

Pilkada Deli Serdang Tercoreng, Diduga Pejabat ASN di Dinas Pendidikan Menebar Intimidasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20241009 171522
Foto: Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang di Kawasan Kompleks Pemerintahan Deli Sedang, Jalan Medan-Tebing Tinggi Ring Road, Perbarakan, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara. (Foto: M. Habil Syah/SI).

DELI SERDANG,Rabu (09/10) suaraindonesia-news.com – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Deli Serdang, harapan masyarakat untuk melihat perubahan dan kemajuan daerah tampaknya menghadapi tantangan. Diduga, terdapat upaya dari tim pemenangan salah satu pasangan calon (Paslon) dalam Pilkada Deli Serdang 2024 yang menggunakan cara-cara tidak etis untuk meraih kekuasaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Deli Serdang dikabarkan mendapat intimidasi dari seorang pejabat di Dinas Pendidikan, yang berinisial SH. Pejabat tersebut diduga merupakan bagian dari tim sukses salah satu calon bupati dan menggunakan posisinya untuk mempengaruhi dukungan ASN terhadap Paslon tersebut.

“ASN sering diintimidasi dengan ancaman agar mendukung salah satu calon yang ikut Pilkada ini. Sudah banyak yang tahu siapa orangnya,” ungkap dua ASN di Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang yang meminta agar namanya tidak disebutkan dalam wawancara di sebuah kafe di Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (02/10/2024).

Lebih lanjut, dua Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) yang juga enggan disebutkan namanya, menduga bahwa oknum tersebut juga bertindak sebagai “mesin uang” bagi calon bupati tertentu. Oknum tersebut bahkan dikabarkan melakukan tindakan layaknya kepala dinas, termasuk menunjuk langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri 106792 Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak, tanpa rekomendasi dari Korwilcam setempat.

“Seorang guru sudah pernah direkomendasikan sebagai Plt Kepala SD Negeri 106792 Desa Lama, tapi rekomendasi itu diabaikan dan oknum pejabat malah menunjuk Plt dari Kecamatan Percut Sei Tuan,” jelas salah satu ASN tersebut.

Dugaan keterlibatan ASN dalam politik praktis juga semakin kuat setelah beredar informasi bahwa seorang Korwilcam di Kecamatan Beringin diduga mengumpulkan kepala sekolah di wilayahnya untuk mendukung salah satu Paslon dalam sebuah pertemuan di kafe di Lubuk Pakam.

“Saya bertemu dengan sejumlah ASN di sebuah kafe di Lubuk Pakam. Mereka adalah para kepala sekolah dasar dan seorang Korwilcam Beringin. Mereka bahkan sempat bertanya kepada saya, ‘nanti Pilkada pilih nomor 2,’ sambil menunjukkan foto Paslon,” ungkap seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Saat dikonfirmasi mengenai informasi ini, SH yang diduga terlibat hanya memberikan jawaban singkat melalui WhatsApp, “Terima kasih infonya,” tanpa penjelasan lebih lanjut.

Begitu pula dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Deli Serdang, Yusnaldi, dan Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang, Yudy Hilmawan, yang memilih untuk tidak memberikan komentar saat dihubungi media.

Praktik intimidasi dan dugaan keberpihakan ASN ini menimbulkan kekhawatiran mengenai netralitas ASN dalam Pilkada Deli Serdang, yang seharusnya menjaga integritas dan menjalankan tugas tanpa keberpihakan.