PIJP Bersama GEMA Gelar Sunatan Masal dan Santunan Anak Yatim

oleh -159 views
Ketua paguyupan insan Jurnalis Pamekasan bersama Anggotanya foto bersama dengan Anak Yatim yg menerima Santunan.

PAMEKASAN, Minggu (13/12/2020) suaraindonesia-news.com – Puluhan anak di Desa Durbuk, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa timur, mengikuti khitanan masal gratis serta santunan anak yatim.

Acara khitanan gratis yang digelar oleh Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP) dan Pengurus Gerakan Emansipasi Masyarakat (GEMA) bersama Puskesmas Spa’ah, dan Pemerintah Desa (Pemdes) Durbuk ,dihadiri camat pademawu, polsek pademawu, danramil pademau, Kepala Puskesmas Spa’ah, Kepala Desa, PIJP, Ketua FRPB dan para donatur.

Camat Pademawu, Ach Farid S.sos melalui PLT Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Rachmad dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada GEMA, UPT Puskesmas Sopa’ah, PIJP dan Pemdes Durbuk yang sudah melaksanakan kegiatan sosial ini.

“Kami apresiasi kegiatan ini, tentu sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat sekitar terutama bagi anaknya yang belum di khitan,” katanya

Sementara, ketua ketua FRPB Pamekasan Budi Cahyono yang juga hadir dalam aksi sosial ini sekaligus memberikan masker gratis terhadap masyarakat agar terhindar wabah covid-19.

Ketua FRPB juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan 3M diantaranya, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Ketua PIJP Sujak Lukman menyampaikan, sunatan masal sekaligus santunan anak yatim ini diharapkan bisa membantu masyarakat desa Durbuk.

“Peserta khitanan massal sebanyak puluhan anak kali ini tidak dipungut biaya, dan ada doorprize gartis 50 anak bagi yang beruntung dan aksi sosial ini akan digelar rutin setiap tahun,” kata Ketua PIJP Sujak Lukman,saat meghadiri acara khitanan masal gratis yang diadakan di balai Desa Durbuk, Minggu (13/12).

Menurutnya, khitanan masal kali ini cukup istimewa karena mendapatkan patner atau sponsor dari berbagai pihak, seperti Puskemas Sopaah, Pemdes Durbuk, tim medis yang sudah profesional.

“Dalam kegiatan ini melalui donasi para donatur yang terhimpun kurang lebih 15 juta rupiah selama 3 bulan,” ujarnya.

Disisi lain, ketua GEMA Wiwin mengatakan, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang kurang mampu.

“Tentunya program ini bisa menambah rasa senang dan bahagia bagi para peserta khitan masal, karena mereka mendapat hitanan gratis dan santunan bagi Para anak yatim,” katanya.

Pihaknya berharap, tahun depan bisa diselenggarakan lagi dalam jumlah yang lebih besar sehingga bisa lebih memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya anak-anak dari keluarga tidak mampu.

“Substansinya, kami ingin mengantarkan anak-anak yang sholeh. Mereka sudah suci secara dhohir dan batin untuk bisa mempelajari syarat Islam lainnya,” pungkas

Sedangkan Kepala UPT Puskesmas Sopa’ah, Ambarwati menegaskan bahwa, untuk kegiatan ini pihaknya tetap menerapkan Prokes.

“Karena sekarang masa pandemi, kita melaksanakannya secara Prokes, untuk tenaga medis kita selalu pakai APD level 2, dan semua peserta harus memakai masker, biasakan cuci tangan, tidak berkerumun, dan pelaksanaan tindakannya harus ada di beberapa tempat yang terpisah, jadi tidak pada satu tempat saja,” ujarnya.

Reporter : My
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *