Gunungsitoli, Rabu (30/6/2021) suaraindonesia-news.com – Seorang masyarakat Desa Lolomoyo Tuhemberua, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, Polinus Zebua melakukan pemeliharaan budidaya larva maggot di belakang perkarangan rumahnya.
Menurut Polinus Zebua budidaya larva maggot dapat membantu masyarakat untuk mengahadapi tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
“Maggot merupakan sumber utama protein dan nutrisi alami lainnya yang dibutuhkan hewan dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari seperti salah satu alternatif pakan ikan, untuk memberi makan berbagai unggas seperti ayam dan bebek, juga berfungsi sebagai pengganti tepung ikan yang sangat baik dalam produksi pakan, serta dapat menjadi solusi untuk pengelolaan sampah organik di peternakan karena sampah merupakan bahan baku makanan maggot dan yang penting maggot juga dapat menghasilkan pupuk organik untuk produksi tanaman,” terang Polinus.
Menurut Polinus, jika seorang peternak ikan atau peternak unggas maka berkat maggot dapat menghemat pakan pabrikan sekitar 50 persen yang saat ini harganya mahal.
Dengan berbagai keterbatasan pakan dan tempat Polinus Zebua dapat memproduksi larva maggot 30 kg perhari.
Polinus berharap agar pemerintah dapat mempromosikan kepada masyarakat lainnya cara berbudidaya Maggot.
“Pada prinsipnya saya mau jika masyarakat Pulau Nias dapat terinspirasi dalam membuat inovasi pakan ternak tambahan melalui budidaya larva maggot, untuk itu saya minta dukungan penuh dari pemerintah daerah agar melakukan promosi dan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka mau beternak maggot,” harapnya.
Polinus juga membuka diri kepada siapapun yang ingin datang di rumahnya melihat atau belajar budidaya larva maggot.
Reporter : Topan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful












