Peternak Jember Ekspor Domba ke Malaysia

oleh -40 views
Tiga orang perwakilan Gumukmas Multifarm didampingi petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember bertemu Bupati Jember di Pendapa. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Senin (8/4/2019) suaraindonesia-news.com – Peternak domba yang tergabung dalam Gumukmas Multifarm berhasil membuktikan bahwa Indonesia juga bisa mengekspor komoditi peternakan hewan ke luar negeri.

Ketua Gumukmas Multifarm, Agus Sholihul Huda menceritakan awal mula bisa mendapatkan pasar ekspor karena keresahannya atas harga domba di dalam negeri yang masih di bawah harapan peternak.

“Awalnya itu kita sampaikan ke ISPI (Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia) karena harga domba di dalam negeri itu murah. Kemudian diteruskan ke Kementan. Mereka merespon dengan mengirim eksportir ke Jember,” kata Agus usai bertemu dengan Bupati Jember, Faida di Pendapa, Senin (8/4/2019) pagi.

Antara peternak domba dan eksportir yang dikirimkan Kementan ke sini (Jember) awalnya sama-sama belajar, lanjut Agus, karena sejauh ini menurutnya Indonesia bisanya mengimpor.

“Namun kita buktikan kali ini bahwa Indonesia bisa ekspor,” imbuhnya.

Selama tahun 2018, Gumukmas Multifarm telah mengekspor 6000 ekor domba ke Malaysia dan pada 2019 ini ditargetkan bisa naik sebesar 10.000 ekor domba untuk diekspor.

Gumukmas Multifarm pun mendapatkan penghargaan dari Kementan RI sebagai Peternak Domba Milenial yang akan diberikan pada Rabu (10/4/2019) mendatang di Makassar.

Sementara Bupati Jember, Faida merasa bangga dengan prestasi warganya yang telah berhasil mengekspor ke luar ini.

“Ya bangga, akhirnya sinergisitas dan kolaborasi Pusat dengan peternak di daerah akhirnya membuahkan hasil yang cemerlang,” ucap Bupati Jember Faida.

Pendampingan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember telah berhasil mengarahkan para peternak ini, lanjut Faida, dan bisa balik modal selama setahun.

“Masih banyak juga peternak domba yang masih bekerja sendiri, ini yang selanjutnya akan kita gabungkan supaya mereka tidak merugi karena masih mencari pasar sendiri sehingga bargaining harga menjadi lemah dan itu yang menjadi target kita ke depan,” harapnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *