Petani Merah Di Abdya Gagal Panen

oleh -33 views

Reporter: Nazli MD

Blangpidie, Suaraindonesia-news.com – Ratusan lahan pertanian Cabe Merah di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sejak tidak bulan terakhir mulai tidak dirawat lagi oleh petani. Pasalnya, bibit dan batang cabe yang sudah ditanami banyak yang diserang penyakit jamur pembusuk akar.

Menurut   Zulbaili petani cabe warga Desa Lhang Kecamatan Setia Kabupaten setempat kepada awak media mengakui, lahan cabe merah miliknya yang terletak di Dusun Sentosa Desa Lhang itu sudah tiga bulan terakhir sudah sangat kecewa dengan perkembangan cabe-cabe tersebut meskipun telah dilakukan berbagai upaya untuk menyuburkannya kembali.

“Rata-rata  warga petani yang menanam cabe merah dapat kita katakan gagal panen dengan luas lahan yang berbeda-beda,” sebut Zulbaili.

Zulbaili menyebutkan, dirinya bersama sejumlah petani cabe yang lahannya berdekatan dengannya menggunakan bibit cabe cap mutia bumi, Kiyo F1 yang berjenis cabe keriting yang dikemas oleh PT Prabu Argi Mandiri.

”Selain itu kita juga menggunakan Lado F1 milik PT East West Seed Indonesia,” jelasnya.

Zulbaili juga mengakui, bibit-bibit tersebut mereka dapatkan dengan  cara membeli ditoko-toko pertanian dan bukan merupakan bantuan pemerintah.

”Hampir semua petani cabe membelinya secara langsung,” imbuhnya.

Diakui Zulbaili, dirinya yang telah bertahun-tahun menekuni pertanian cabe baru tahun ini cabe miliknya maupun milik petani lainnya mengalami gagal panen akibat dugaan serangan hama itu.

“Kebiayasaan belum pernah kejadian begini, kok tiba-tiba siap ditanam dengan panjang 5 senti langsung kondisi daun nya mengulung dan layu, sedang kan pemupukan sesuai dengan kebutuhannya,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Zulbaili mengakui dirinya sangat merasa kebingungan mengatasi masalah tersebut, sehingga dirinya terpaksa membiarkan saja lahan cabenya itu.

”Kalaupun dapat kita panen itu pun dengan kualitas sangat jelek dengan harga berkisar Rp. 20.000 perkilonya,” paparnya.

Terkait masalah itu, Kepala Badan Penyuluh Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Abdya, Ruslan Adly mengakui, pihaknya juga telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi lahan cabe itu. Menurutnya, tanaman cabe-cabe itu harus diganti untuk tidak menular ke lahan-lahan lainnya.

Diakuianya, dari pantuan pihaknya penyebab cabe-cabe tersebut gagal panen bisa saja disebabkan oleh cuaca maupun bibit yang mungkin sudah bermasalah.

”Walaupun ini bukan bantuan pemerintah, kita sebagai pihak penyuluh juga akan memberikan bantuan penyuluhan kepada petani-petani cabe itu,” sebutnya.

Selain itu, dirinya mengakui akan melakukan koordinasi dengan pihak Distannak Abdya untuk mengatasi tidak digarapnya lahan oleh para petani cabe itu.

”Kita harapkan lahan-lahan cabe itu bisa diolah kembali untuk tanaman lain, termasuk padi ataupun menaam cabe kembali,” imbuh Ruslan sembari mengatakan pihaknya bersama Distannak akan melakukan peninjauan kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *