Petani Dan Keujreun Blang di Abdya Garap Sawah Dibulan September

Foto: Bupati Abdya, Akmal Ibrahim bersama Staf ahli mentri bidang lingkungan Ri Ir,Mukti Sarjono, kadis pangan Aceh Drs. Hasnuddin Darjo, Dandim 0110 Abdya letkol Inf Puji Hartono, kadispan Ir Muslim Usai acara musyawarah langsung menuju ke lokasi persawahan di desa Glp payong dilintas jalan Iskandar muda Blangpidie

ABDYA ACEH, Selasa (12/9/2017 ) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bermusyawarah bersama petani dan keujreun blang menetapkan jadwal dibulan september turun kesawah dimasa tanam MT Rendengan tahun 2017, berlangsung dipendopo Bupati Setempat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Ir Muslim dalam ksempatan itu melaporkan, proses panen untuk MT Gadu tahun 2017 di Kabupaten Abdya sudah mencapai 80 persen.dengan  Hasil ubinan yang dihasilkan dalam masa panen tersebut mencapai 7,6 sampai 10,4 ton perhektar. Jika di hitung secara rata-rata mencapai 7,8 ton perhektare.

Selain itu sebut Muslim, Guna mensukseskan penggarapan lahan tambahan  Distanpan memiliki 34 unit traktor 4 WD, namun yang beroperasi hanya 19 unit sisanya rusak. Kemudian, dari 647 unit hend traktor hanya yang berfungsi 401 unit, sisanya rusak. Mini Komben sebanyak 5 unit, 2 unit dalam kondisi rusak.

“Kami menghimbau petani pada masa  Rendengan ini, petani harus menanam bibit jenis Ciherang, bukan Mapan, Sigupai atau pun varietas padi yang akan memancing datangnya hama werenng coklat,” Tuturnya.

Pada kesempatan itu  Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh,Drs, Hasanuddin Darjo, juga meminta kepada semua pihak untuk menghargai petani. Berkat jasa petani, semua bisa memakan nasi seperti yang dinikmati saat ini.

“Berkat jasa para petani semua kita dapat menikmati  nasi “.Ucap kadis.

Selanjutnya, dijelaskan Darjo, Untuk Aceh diperlukan petani yang tangguh dan pemimpin yang kuat agar sektor pertanian di Aceh dan Abdya khususnya bisa menjadi lumbung padi nasional yang mempu menghasilkan jutaan ton.

“Saya minta penyuluh untuk benar –benar  bergerak  agar pertanian semakin membaik di Abdya. Pekerjaan yang tidak ada pensiunnya di dunia ini adalah bertani. Karena itu merupakan pekerjaan yang abadi,” tuturnya singkat.

Dikesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Pertanian Ri, Ir Mukti Sarjono M,Sc mengatakan, Pemerintah berkomitmen untuk menjadikan lumbung pangan dunia di Indonesia. Tahun ini tidak ada lagi impor beras untuk Indonesia, justru sebaliknya beberapa hasil pertanian lain sudah dapat diekspor ke negara lain.

“Pemerintah pusat siap menggenjot anggaran untuk sektor pertanian, kami berharap Kabupaten Abdya akan menjadi sentral pangan di Aceh nantinya,” tandas Mukti

Terakhir, Bupati Abdya Akmal Ibrahim dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pihak dinas  provinsi Aceh dan kementerian Petanian Ri , atas bantuannya untuk Abdya disektor pertanian. Dimana, sekitar tiga tahun sebelumnya, pemkab Abdya menolak bibit subsidi dari kementerian.

“Dengan kepemimpinan saya saat ini, setiap bantuan yang bermanfaat untuk rakyat, semua akan kita tampung,” Sebut Akmal.

Lanjutnya Akmal, Pertanian menjadi tulang punggung perekonomian di Abdya. jika hasil pertanian merosot, semua sektor akan terganggu. Rata-rata petani di Abdya hidup dalam kemiskinan, jadi sudah selayaknya untuk dibantu.

“Membantu orang miskin adalah perintah Agama, dalam Al-Quran saja ada 23 ayat yang menegaskan untuk membantu orang miskin. Jadi perlu dilaksanakan,” Ucap Bupati Akmal.

“Insya Allah, Mesin untuk  Panen Padi petani sudah dibantu oleh Dirjen Kementerian Pertanian sebanyak 25 unit. Soal bibit akan kita musyawarahkan kembali agar persediaan bibit bertambah lagi di Abdya,” imbuhnya.

Pelan-pelan, Akmal akan mengembalikan lagi budaya bertani yang pernah ia canangkan bersama petani pada masa lima tahun memimpin Abdya dulu.

“Ada beberapa program pertanian yang pernah saya canangkan dulu, dan itu akan kita kembalikan lagi, karena saya yang dulu tidak berbeda dengan saya yang sekarang,” Demikian Tuturnya Bupati Akmal.

Pantauan sejumlah awak media Musyawarah MT II Rendengan 2017 tersebut dibuka langsung oleh Bupati Abdya, Akmal Ibrahim didampingi Wakil Bupati Muslizar MT, dan turut dihadiri Staf Ahli Menteri  Pertanian RI  bidang lingkungan Ir,Mukti Sarjono M,Sc, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Drs,Hasanuddin Darjo, Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Puji  Hartono SIP, Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK, M,Sc,para anggota DPRK, Kajari Abdya diwakili Kasi Intel Dasril , Sekda Abdya Drs Thamrin, para Kepala SKPK, para camat, para Kepala Desa dan para keujreun Blang (tokoh adat sawah) serta undangan lainnya. (Nazli, MD).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here