Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita UtamaRegionalSosial Budaya

Peserta Pemilihan Duta Wisata Sumenep Ikuti Tes Wawancara Tiga Bahasa

Avatar of admin
×

Peserta Pemilihan Duta Wisata Sumenep Ikuti Tes Wawancara Tiga Bahasa

Sebarkan artikel ini
fhnfs
Salah Satu Peserta Pemilihan Duta Wisata Sumenep Saat Tes Wawancara Tiga Bahasa

SUMENEP, Sabtu (21 Oktober 2017) suaraindonesia-news.com – Setelah lulus administrasi mengikuti tahapan tes tulis di Kantor Disbudparpora, Sumenep. Minggu (15/10/2017) siang, hari ini, Sabtu (21/10/2017). Sebanyak 10 peserta calon duta wisata Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengikuti tes wawancara tiga bahasa, Indonesia, Inggris dan Madura serta Psikotes, yang berlangsung di salah satu Hotel Sumenep.

“Ini merupakan tes tahap ketiga setelah sebelumnya mengikuti tahapan administrasi, tes tulis dan sekarang ini tes wawancara,” kata Ketua Forwapar Sumenep, Moh Hartono.

Baca Juga :  Lelang Sport Center Bakal Digelar di Sumenep, Dewan Minta Tak Ada Main Mata

Tidak hanya itu, menurutnya, untuk menjadi juara, peserta masih harus mengikuti tahapan berikutnya yakni tahap karantina dan grand final. Setiap tahapan, peserta akan menghadapi juri yang berbeda.

dfgs
Peserta Pemilihan Duta Wisata Sumenep Foto Bersama Dewan Juri Usai Mengikuti Tes Wawancara Tiga Bahasa

Baca Juga: Ketua IKA PMII Sumenep; Saya Mengingatkan Komisioner KPU Belajar dari Rekrutmen Panwascam yang Menyisakan Polemik

“Setelah ini, masih ada dua tahapan lagi yang harus diikuti oleh peserta agar bisa menjadi juara,” tuturnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sumenep Sidak, Puskesmas Gapura Kocar Kacir

Ditahap ketiga ini, panitia duta wisata Sumenep mendatangkan tiga orang yang menjadi juri dalam tahapan tes wawancara kemampuan tiga bahasa dan penguasaan tentang wisata, diantaranya dari pakar bahasa Madura, Taufiq, pakar bahasa Indonesia, Moh Rifai (Editor koran Harian Surya) dan pakar bahasa Ingris, Tomo.

Untuk diketahui, sebelumnya sekitar 50 orang yang telah mengambil formulir. Namun, yang mengembalikan hanya sekitar 20 orang. (Zai)