Pesantren AlQadariyah Rencanakan Seminar Nasional Anti Korupsi Bersama Kasatgas DD dan BPKP Jatim

Kasatgas Dana Desa Irjen Pol (Purn) Dr Bibit Samat Rianto M.M P.Hd saat bersua dengan pengasuh Al Qadariyah, K Qadar Maufirah di acara pengukuhan perkumpulan DPD GMPK kabupaten sampang. Senin, (11/11/2019).

SAMPANG, Senin (11/11/2019) suaraindonesia-news.com – Indonesia masih bermasalah dengan KORUPSI hingga saat ini. Bahkan tidak berlebihan jika korupsi telah mengakar sehingga untuk memberantasnya tidak mudah dan perlu upaya ekstra dan lebih serius.

Hal tersebut disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Modern Al Qadariah, K. Qadar Maufirah saat ditemui suaraindonesia-news.com disela-sela acara pengukuhan perkumpulan DPD GMPK Kabupaten Sampang bersama Kasatgas Anti Korupsi, Irjen purn Dr Bibit Samat Rianto MM, Mantan ketua KPK sejak tahun 2007-2015.

Menurut Kyai muda asal Pamekasan yang juga berprofesi sebagai Advokat itu berpendapat, korupsi dapat dipengaruhi banyak faktor, diantaranya keserakahan, kesempatan, kebutuhan, dan pengungkapan.

“Oleh karena itu, para pegiat anti korupsi harus menambahkan tugas pokoknya untuk memberi pendidikan antikorupsi kepada masyarakat. Pendidikan antikorupsi dapat membantu dalam pemberantasan korupsi yang dilakukan aparat penegak hukum,” terang K. Qadar.

Disaat yang sama mantan Ketua KPK sekaligus Ketua Satgas Dana Desa (DD) Irjen purn Dr Bibit Samat Rianto MM mengungkapkan, saat ini aparat penegak hukum belum memiliki pendekatan kepada masyarat terkait peran masyarakat dalam membantu pemerintah menumpas para koruptor.

Hal tersebut kata pria yang biasa disapa Bibit itu terlihat jelas pada Pasal 6 Undang-Undang KPK No 30 Tahun 2002. Selain itu, pendidikan antikorupsi yang diberikan KPK akan dapat berdampak luas kepada sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya KPK sendiri.

Menurut ketua Gerakan masyarakat perangi korupsi (GMPK) menerangkan bahwa pendidikan antikorupsi kepada masyarakat bagian penting dalam meningkatkan wawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air.

“Tugas pencegahan korupsi menjadi tugas bersama untuk dijalankan dengan optimal. GMKP dan semua elemen bangsa bisa bersama melakukan pencegahan,” ujar Bibit.

Bibit menambahkan, karena itu ia memberikan solusi inovatif pemberantasan korupsi, salah satunya adalah persiapan generasi yang berkarakter yang menanamkan kebiasaan dan nilai-nilai kebaikan sejak dini melalui pendidikan anti korupsi.

“Untuk ini saya menerima ajakan pengasuh pondok pesantren Modern AlQadariyah di tanggal 25 Desember 2019 ini akan mengelar seminar nasional no korupsi, no gratifikasi yang isya Allah akan dilaksanakan di Aula pondok pesantren modern al Qadariyah,” ujarnya.

Hal serupa dibenarkan oleh pengasuh bahwa pelaksanaan seminar anti korupsi sudah direncanakan jauh sebelumnya.

“Benar, saya berencana untuk menghadirkan kasatgas Dana Desa dan BPKP Propensi Jawa Timur sebagai wujud peran serta dalam memberikan pendidikan anti korupsi bagi masyarakat Pamekasan dari mulai kepala sekolah, kepala Desa dilingkungan sekitar pondok pesantren,” pungkasnya.

Reporter : May
Editor : Amin
Publisher : Oca


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here