Perwakilan KKP, Ir Rina Hadirini Tiba Di Aceh Membahas Peledakan Kapal

oleh -18 views
Perwakilan KKP Ir. Rina Hadirini, Kapolres Langsa, AKBP Sunarya SH, SiK, Kolonel TNI AL Lhokseumawe, Nasruddin dan seorang pengusaha muda kota langsa, Sofyanto sedang berbincang penenggelaman kapal illegal fishing, Selasa (20/10) SI/Rusdi Hanafiah

LANGSA-ACEH, Suara Indonesia-News.Com – Kunjungan Perwakilan Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP), Ir. Rina Hadirini, ke Aceh atas nama Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengadakan pertemuan di Pelabuhan Kuala Langsa. Selasa (20/10/2015).

Ada pun terlebih dahulu digelarnya pertemuan tersebut, yang juga turut di hadiri muspida setempat, diantara lain, Kolonel Nasrudin Dan Lanal TNI AL Lhokseumawe, Dandim 0104 Aceh Timur, Kapolres Langsa AKBP Sunarya SIK, Kepala PN Langsa, Kejaksaan Negeri Langsa dan Sofyanto seorang pengusaha muda di Kota Langsa.

Kehadirannya rombongan Ir. Rina Hadirini, di Kota Langsa, membahas tentang peledakan serta menenggelamkan Kapal Ikan Asing (KIA), di Perairan Selat Melaka, di permukaan laut pusong langsa, Selasa (20/10/2015).

Sementara dalam kesempatan tersebut, sebelum menuju peledakan kapal di lokasi ” Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Teuku Dhiauddin, mengatakan, Kapal Ikan Asing (KIA) KM KHF 1780 telah ditangkap pada tanggal 26 Maret 2015 dan sudah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Langsa serta sudah melalui proses hukum yang berlaku di Indonesia.

“KIA merupakan kapal trawl ( jenis pukat harimau) mereka lakukan penangkapan ikan berbendera Thailand, No KHF 1780 di tangkap oleh kapal patroli Mabes Airud Zaitun 3014 tepatnya di koordinat  05′ 042″ 65 LU – 090′ 031″ 073 BT sekitar utara perairan pusong langsa, Kamis (26/3),” katanya.

Kemudian perwakilan Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP), Ir. Rina Hadirini menambahkan, Kapal Ikan Asing yang berbendera Thailand ini jelas melakukan pelanggaran (illegal fishing) dan melakukan pengambilan ikan di perairan Indonesia tanpa dilengkapi dokumen yang lengkap, ABK kapal pun tidak memiliki dokumen (paspor)

“Peledekan serta pemusnahan barang bukti KIA ini juga dilakukan secara bersamaan di seluruh Indonesia, dan keseluruhan ada empat (4) lokasi secara serentak,” ujar Rina sembari berterimakasih kepada instansi-instansi terkait dalam membantu acara pemusnahan KIA.

Sekira pukul 11.00 WIB prosesi peledakan Kapal Ikan Asing (KIA) berhasil diledakkan serta ditenggelamkan di perairan Langsa.

“Peledakan kapal asing sebagai wujud keseriusan Pemerintah Republik Indonesia untuk memberantas illegal fishing di perairan Indonesia dan demi mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim.(Rusdi Hanafiah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *