BLORA, Sabtu (14/6) suaraindonesia-news.com – Warga Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, melakukan aksi penghadangan terhadap armada milik Pertamina EP Cepu Field Zona 1 sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan dan selokan yang belum mendapat perbaikan secara menyeluruh.
Aksi tersebut dilakukan menyusul belum tuntasnya realisasi perbaikan infrastruktur jalan dan drainase yang diajukan oleh pihak desa melalui proposal resmi kepada Pertamina. Sekretaris Desa Semanggi, Ninik, menjelaskan bahwa proposal perbaikan telah diajukan sebulan sebelumnya, namun perbaikan baru dilakukan di sebagian kecil ruas jalan.
“Warga kecewa karena usulan perbaikan belum sepenuhnya direalisasikan. Kerusakan jalan cukup parah dan tidak adanya saluran air di bahu jalan menyebabkan genangan saat hujan,” ujar Ninik.
Ia menambahkan bahwa warga meminta jalan segera diperbaiki agar aman dilalui, khususnya oleh kendaraan berat milik perusahaan.
Aksi tersebut terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, menunjukkan armada truk berhenti dan pengemudi beristirahat di lokasi akibat penghadangan oleh warga.
Menanggapi hal ini, Humas Pertamina EP Cepu Field Zona 1, Sony Aditya, menyampaikan bahwa pihaknya telah merespons aspirasi warga. Menurutnya, Pertamina telah mulai melakukan perbaikan dengan metode pemadatan menggunakan material pedel (tanah grosok) di titik-titik kerusakan.
“Poinnya adalah bahwa permintaan warga untuk penggunaan material pedel telah kami penuhi. Saat ini proses perbaikan sedang berlangsung,” terang Sony.
Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan survei bersama warga, terdapat sepuluh titik kerusakan yang akan ditangani.
Perbaikan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelancaran operasional dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar area operasionalnya.













