Persoalan DPRK Aceh Singkil Tak Selesai, Anggota Dewan Akan ke Banda Aceh

Pimpinan DPRK Aceh Singkil Yulihardin SAg (dari kiri) Ketua Dewan Mulyadi SE dan Wakil Ketua I Sunarso dalam pembahasan paripurna hingga menjelang subuh

Singkil, Suara Indonesia-News.Com – Persoalan intern rumah tangga di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh singkil terkait perselisihan dua fraksi masih belum terselesaikan. Akibatnya agenda penting untuk evaluasi APBKP 2015  pun terabaikan.

Alhasil, Anggota Dewan dikabarkan akan beramai-ramai berangkat ke Biro Hukum Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh untuk penyelesaian melalui jalur hukum konflik antara  Fraksi Demokrat Perubahan yang sebelumnya dinyatakan sudah bubar karena tidak mencukupi jumlah anggota yang bernaung didalamnya, dan terbentuknya Fraksi Sepakat yang keabsahannya masih belum jelas.

Wakil Ketua di DPRK Yulihardin SAg, yang dikonfirmasi Wartawan via ponselnya Selasa (24/11) mengatakan, sebenarnya anggota dewan keberatan dengan keputusan itu.

Karena keputusan itu bukan hasil rapat dari Paripurna terakhir. Dewan malah mengusulkan agar dilakukannya voting. Ujarnya.

Lantaran, ketuk palu paripurna terakhir itu bukan pendapat dari anggota dewan. “Ketuk palu kemarin bukan pendapat dari anggota dewan, tapi dia yang ucapkan terus diketoknya palu”. Terang Yuli

Sementara keberangkatan sejumlah anggota dewan itu jika ada kesempatan mereka juga akan berangkat beberapa orang saja. ” kalau kawan-kawan lainnya jika ada kesempatan ya berangkat juga sekedar untuk melihat-lihat saja lah”. Tuturnya

Begitupun jumlah anggota dewan yang dikabarkan akan berangkat seluruhnya, menurut Yuli dirinya belum mengetahui persis siapa-siapa saja yang akan berangkat.

Akan tetapi sepengetahuannya yang berangkat akan lebih dari 4 orang. “Yang berangkat mungkin lebih dari 4 orang, tapi siapa saja yang berangkat belum tau juga. Terangnya

Sementara Sekwan DPRK Ahmad Rivai SH yang dikonfirmasi awak media, ianya enggan berkomentar terkait masalah itu, dan menyarankan agar langsung menghubungi Pimpinan Dewan.

Selanjutnya menanggapi ancaman 13 anggota dewan yang melayangkan pernyataan sikap pada paripurterakhir itu Yulihardin mengakui, pihaknya selaku pimpinan segera meresponnya. Sebab hal itu sudah disampaikan anggota, sehingga saran mereka harus menjadi bahan masukan kami selaku pimpinan.

” kita akan ikuti dulu proses hukum permasalahan Fraksi keberangkatan di Banda Aceh, saran kawan-kawan ini nanti tetap akan kita respon”. Imbuhnya.

Menyinggung anggaran keberangkatan itu, kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN), keberangkatan menggunakan dana pribadi, karena masih atas nama pribadi. Sebab anggaran untuk itu sudah tidak ada lagi.

Namun jika perjalanan masuk dalam dinas, ya anggaran masuk dalam dinas Sekretariat Dewan. “Biar lebih jelasnya tanyakan saja sama Sekwan”. Ucap Yuli menutup pembicaraan.(Rusdi Hanafiah)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here