Perlunya Pasar Tradisioanal Di Revitalisasi

oleh -26 views

Jember, Suara Indonesia-News.Com – Perlunya pasar tradisional yang ada di kabupaten jember untuk di revitalisasi, sebab sementara beberapa pasar tradisional yang tersebar di Kab Jember mempunyai kesan di samping kumuh juga bau yang kurang sedap apalagi kalau hujan turun jelas seringkali terjadi suatu genangan air sehingga pasar menjadi becek

Untuk merevitalisasi pasar tradisional memang memerlukan kerja keras dan pemikiran yang cukup matang, H.Moh Hasi Madani Kepala Dinas Pasar Kab Jember mengatakan.bagi kami sudah jelas saya selalu merevitalisasi serta mensosialisasikan program dinas ke para pedagang dan di sadari memang membangun pasar berbeda dengan membangun sarana dan prasarana yang lain, artinya saya selalu mengedepan kan pendekatan goverment secara demokratis,dan akutable.ujar nya

Memang hal membangun dan merevitalisasi pasar tradisional agar tidak terkesan kumuh dan menyebarkan bau yang kurang sedap, cukup mempunyai suatu tantang tersendiri.apalagi tingkat sdm masyrakat yang berdagang di pasar tersebut masih di bawah rata rata, dan mudah sekali di provokasi, sehingga pedagang mudah sekali dan bahkan menolak untuk di revitalisasi hal inilah yang kadang kala menjadi penghambat program revitalisasi pasar yang sudah di programkan oleh pemerintah daerah.

Membangun pasar memang tidak seperti membangun sarana dan prasaran yang lain, ternyata membangun pasar tradisional tantangan nya juga luar bisa,walaupun sudah sosialisasi empat kali bahakan saya gunakan bahasa madura sebab pedagang nya mayoritas orang madura, cukup memahami tentang exstensi keberadaan pasar yang kumuh dan bau becek dan sebagai nya. ujar pak H. Hasi.

Tapi kadang pedagang sendiri tidak mau kalau pasar yang terkesan kumuh untuk di revitalisasi, padahal pasar merupakan aset daerah. bukan milik perorangan dan sesuai dengan perundang undang yang berlaku tetang pengelolaan  aset daerah. pembangunan semata mata bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja melainkan tanggung jawab bersama.

 

Reporter : Joko Triono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *