NUSANTARA, Senin (13/4) suaraindonesia-news.com – Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menarik perhatian dunia internasional. Kali ini, Otorita IKN secara resmi menerima kunjungan delegasi dari United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat terbukanya peluang kolaborasi antara Indonesia dengan entitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam pembangunan ibu kota baru.
Rombongan yang dipimpin oleh Allan Mendoza, selaku Security Adviser and Representative of UNDSS untuk Indonesia dan Timor-Leste, disambut langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Fokus utama kunjungan ini adalah meninjau progres pembangunan sekaligus mendalami aspek keamanan dan keselamatan bagi komunitas diplomatik yang nantinya akan beraktivitas di Nusantara.
Allan Mendoza mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari survei komunitas diplomatik yang telah dilakukan tahun lalu. Ia mengapresiasi keterbukaan Otorita IKN dalam menyambut kehadiran perwakilan internasional.
“Kami sangat tertarik dengan perkembangan masif yang terjadi di Nusantara. Otorita IKN telah membuka pintu bagi PBB, dan kabar positif ini akan segera kami sampaikan ke pusat. Harapannya, lebih banyak lagi perwakilan kami yang dapat berkunjung dan melihat langsung transformasi ini ke depan,” ujar Allan.
Sebagai informasi, UNDSS merupakan bagian dari Sekretariat PBB yang memegang mandat vital dalam mengoordinasikan keselamatan dan keamanan seluruh personel serta entitas PBB di seluruh dunia. Kehadiran mereka di IKN menjadi langkah awal yang krusial bagi kesiapan Nusantara sebagai pusat kegiatan internasional.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memaparkan bahwa saat ini pembangunan telah memasuki fase penguatan kawasan inti. Ia menegaskan bahwa target pembangunan IKN yang terbagi dalam lima tahap hingga tahun 2045 berjalan sesuai rencana.
“Saat ini kami fokus menyelesaikan pembangunan perkantoran di sektor inti pusat pemerintahan. Untuk tahun mendatang, prioritas kami bergeser pada pengembangan kawasan yudikatif dan legislatif yang prosesnya sudah mulai kita inisiasi dari sekarang,” jelas Basuki.
Kunjungan strategis ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Nusantara untuk memperkokoh posisinya di mata dunia, bukan hanya sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia, tetapi juga sebagai kawasan yang inklusif, aman, dan siap menyongsong kolaborasi global di masa depan.












