ACEH ABDYA, Senin (17 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Komunitas yang bergerak di dalam bidang pengobatan yang memanfaatkan air liur (bisa ular) Snake Hunter Club Indonesia (SHCI) sambangi Polres Aceh Barat Daya (Abdya).
Dalam kegiatan itu, organisasi pengobatan gratis itu memberikan serum bisa ular kepada sejumlah personil dalam upaya menangkal gigitan berbagai macam ular berbisa.
Kapolres Abdya, AKBP Andy Hermawan kepada sejumlah awak media, Senin (17/7) mengakui, dirinya sengaja mengundang pihak SHCI untuk memperkenalkan serum bisa ular kepada personilnya dalam upaya pencengahan dan penyembuhan berbagai penyakit yang disebabkan virus
“Pengobatan yang dilakukan SHCI ini dengan memberikan serum ular yang ditelah dicampur dengan air putih. Setelah air bercampur serum itu diminum, orang akan kebal terhadap gigitan ular berbisa,” sebut Kapolres Andy.
Menurut Kapolres, ramuan bisa ular ini dapat mengobati dan mencegah berbagai penyakit yang ada dalam darah yang disebabkan oleh bakteri.
“Termasuk didalamnya penyakit-penyakit berat seperti HIV/AIDS,kanker darah,kangker tulang,” terangnya.
Sementara itu, Nursidin Haryanto tokoh sekaligus pewaris tunggal pendiri SHCI mengakui, memberikan serum ular yang ditelah dicampur dengan air putih diminum, orang akan kebal terhadap gigitan ular berbisa.
“Setengah gelas air cukup dicampur satu sendok serum untuk berbagai tingkat atau level,” kata Haryanto.
Menurut dia, tingkat I atau level 3 serum ramuan terbuat dari 23 jenis ular berbisa yang langsung membuat sipeminumnya kebal gigitan ular jenis Dumung Macan, Taliwangsa, Puspa Kajang dan terhindar beberapa penyakit seperti malaria, tetanus dan demam berdarah.
“Untuk tingkat II atau level 2, serum ditambah 4 jenis ular berbisa lagi. Pada tingkat ini juga bermanfaat untuk menyembuhkan diabetes, typhus, jantung, lever dan asma.” imbuhnya.
lanjut Haryanto, tingkat III atau level 1, serum akan menyempurnakan ketahanan tubuh secara permanen.
Pada level ini bisa mencegah penyakit kanker darah, kanker tulang atau segala macam penyakit yang disebabkan virus.
“Di level ini serum permanen di dalam tubuh, tidak perlu diberi lagi,” tuntasnya. (Nazli, Md).












