PAMEKASAN, Rabu (23/07) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka memperingati Hari Menanam Mangrove Sedunia, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura bersama Kelompok Peduli Mangrove Madura (KPMM) dan berbagai pihak lainnya menggelar kegiatan penanaman 1.000 bibit pohon mangrove di kawasan pesisir Pantai Talang Siring, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pamekasan, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Sumenep, Dinas Lingkungan Hidup Pamekasan, Forkopimcam Kecamatan Larangan, aktivis lingkungan, mahasiswa pencinta alam, serta sejumlah relawan. Tercatat lebih dari 300 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perhutani KPH Madura, Bima Andrayuwana, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara berbagai pihak dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Ia menyebutkan bahwa Perhutani turut memberikan bantuan sebanyak 210 bibit pohon mangrove dalam kegiatan ini.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Perhutani, KPMM, dan berbagai instansi lainnya dalam menjaga ekosistem mangrove yang memiliki fungsi ekologis, fisik, dan sosial ekonomi yang penting,” ujar Bima.
Menurut Bima, ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menahan abrasi pantai, melindungi pesisir dari hempasan ombak dan angin, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting. Selain itu, keberadaan hutan mangrove juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari dan sarana pendidikan lingkungan.
Sementara itu, Ketua KPMM, Endang Tri Wahyurini, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, khususnya kepada jajaran Perhutani yang selama ini menjadi mitra dalam aksi pelestarian lingkungan.
“Penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa ini merupakan bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada 26 Juli. Kami berharap langkah kecil ini dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian ekosistem pesisir di masa depan,” ungkap Endang.
Kegiatan penanaman mangrove ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian alam.













