Peringati Hari Anti Korupsi Mahasiswa Demo Polres

oleh -32 Dilihat

Sumenep, Suara Indonesia-News.Com – Sedikitnya 25 mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Sumekar (FAM’S) Sumenep, berunjuk rasa ke Polres dan Kejaksaan Negeri setempat, Selasa (09/12/14). Mereka mempertanyakan kinerja polisi dan kejaksaan dalam menangani kasus korupsi, mengingat hingga saat ini penanganan kasus korupsi mandeg.

“Kami menilai, selama ini penegak hukum di Sumenep terlalu banyak toleransi terhadap kasus-kasus korupsi. Bagaimana bisa memberi efek jera bagi para koruptor jikakasusnya dibiarkan ?,” teriak Hazmi, korlap aksi, Selasa (9/12/2014).

Sambil berorasi di sepanjang jalan yang dilalui, mahasiswa juga membentangkan sejumlah poster bertuliskan, ‘’ Gantung para koruptor’’, ‘’Berani jujur hebat’’. Disamping itu, mereka juga mengusung keranda mayat bertuliskan ‘’bunuh para koruptor’’, sebagai simbol matinya penegak hukum untuk menuntaskan kasus korupsi di Sumenep.

Beberapa kasus korupsi yang dituding belum jelas ujung pangkalanya adalah pengadaan alat peraga SD dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2010, kasus dugaan korupsi dana participating interest (PI), 14 paket proyek pengadaan Dinas PU Cipta Karya, serta kasus raskin, dan dana pugar.

‘’Jujur, kami sudah tidak percaya kepada penegak hukum, karena beberapa kasus yang ditanganinya tidak kunjung selesai. Ini bukti kebobrokan hukum di Sumenep,’’ katanya.

Kasat reskrim Polres Sumenep, Iptu I Gede Pranata Wiguna, saat menemui para pengunjuk rasa mengaku tetap berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus-kasus dugaan korupsi. Untuk kasus 14 paket proyek Dinas PU Cipta Karya, penyidik Polres telah memproses hukum kasus dugaan pencemaran nama baik.

“Berkasnya sudah kami limpahkan ke kejaksaan, tinggal menunggu P21. Tersangka juga sudah kami tetapkan. Untuk kasus dugaan korupsi, ada 1 yang naik ke penyidikan, tapi tidak perlu disebutkan apa kasusnya. Yang jelas itu merupakan proyek dari dana APBD Jawa Timur,” bebernya.

Pihaknya memastikan, jajaran penyidik di Polres Sumenep tidak main-main dalam mengungkap kasus-kasus dugaan korupsi. Semuanya akan diusut tuntas dan akandi proses secara hukum. (Zai/dien).

Tinggalkan Balasan