BLORA, Senin (16/03) suaraindonesia-news.com – Semangat perjuangan tokoh legendaris Samin Surosentiko kembali digemakan dalam peringatan 119 tahun perjuangannya yang digelar di Pendopo Pengayoman Mbah Samin Surosentiko, Desa Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Minggu (15/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Nyawiji Guyub Nutugno Lakon” tersebut menjadi momentum bagi para pengikut ajaran Samin atau Sedulur Sikep untuk memperkuat kebersamaan dalam melanjutkan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh tokoh tersebut.
Acara ini tidak hanya diikuti oleh warga setempat, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi bagi Sedulur Sikep dari berbagai daerah, seperti Bojonegoro, Ngawi, Pati, Grobogan, Madiun, Ponorogo, hingga Rembang.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak siang hingga malam hari dengan berbagai agenda, di antaranya Timbang Gunem atau Cocokan Lakon yang berisi diskusi dan penyelarasan langkah perjuangan, Srawung Adam Timur sebagai ajang silaturahmi antarwarga, serta Lamporan dan Suluh Samin yang dilaksanakan pada malam hari sebagai simbol penerangan jiwa.
Selain itu, terdapat pula tradisi Brokohan, yakni makan bersama sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.
Sesepuh Samin asal Pati, Gunretno, menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Mbah Samin dalam kehidupan sehari-hari.
“Setiap ketemu, saya mengajak bersama untuk membuktikan perjuangan Mbah Samin ini,” ungkapnya.
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan ajaran Samin.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora sangat mengapresiasi sedulur semua yang masih uri-uri tradisi yang menurut saya luar biasa. Ajaran-ajaran ini adalah kekayaan milik kita yang harus dilestarikan,” ujar Bupati Arief.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu menjelaskan bahwa nama Samin Surosentiko telah diabadikan pada sejumlah fasilitas publik di Blora, seperti Gedung Samin Surosentiko dan RSUD Randublatung Samin Surosentiko.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Blora juga berharap sejarah serta ajaran Samin dapat menjadi bagian dari literasi pendidikan bagi generasi muda.
Bupati Arief mendorong agar tulisan dan kajian mengenai Samin Surosentiko diperbanyak serta tersedia di perpustakaan sekolah di Kabupaten Blora.
“Kita berharap sejarah perjuangan ini bisa dibukukan dan menjadi literasi bagi anak-anak sekolah di Blora agar mereka tahu akan ajaran dan perjuangan Mbah Samin,” pungkasnya.
Kegiatan peringatan tersebut ditutup dengan pembacaan puisi tentang Samin oleh salah seorang warga, yang menambah suasana khidmat di Pendopo Pengayoman.












