Pererat Silaturahmi, Persaudaraan Bogor Raya Adakan Temu Kangen dan Halal Bi Halal

oleh -106 views
Persaudaraan Bogor Raya saat melaksanakan Halal bi Halal.

KOTA BOGOR, Minggu (13/06/2021) suaraindonesia-news.com – Persaudaraan Bogor Raya, yang anggotanya terdiri dari warga kota dan kabupaten Bogor adakan temu kangen dan halal bi halal di salah satu rumah makan, tentu dengan mengedepankan protokol kesehatan, Minggu (13/06/2021).

Ketua Persaudaraan Bogor Raya (PBR) H.Rahmat Rangkuti saat sambutan menyampaikan, tema dari halal bi halal ini adalah, Jalin hubungan kita dengan bersilaturahmi, untuk mempererat tali persaudaraan yang sudah terjalin.

“Selama ini hubungan kita sudah terjalin dengan baik, hanya saja di masa pandemi ini, hanya komunikasi melalui WhatsApp Group (WAG), sekali kali kita perlu juga untuk bertatap muka, tentu kita juga harus menjaga protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, mantan menteri kehutanan Dr. H. Malem Sambat (MS) Kaban S.E., M.Si atau sapaan akrabnya MS Kaban dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya kepedulian, baik itu peduli sesama maupun peduli kepada alam.

“Kata-kata Persaudaraan Bogor Raya ini menunjukkan kepedulian, walupun kita disini berbeda profesi tapi kita sudah merasa bersaudara,” tuturnya.

Menurutnya, latar belakang kepedulian merupakan wujud nyata dari empati dan perhatian. Saat kita bersikap terbuka kepada orang lain, maka kita dapat menghadapi masa-masa sulit dengan kreativitas dan ketegaran. Empati sendiri mendorong kita untuk menjalin hubungan dengan orang lain sehingga terjalinlah persaudaraan.

Sementara Ruslan Buton (mantan TNI Angkatan Darat TNI (AD) dalam sambutannya mengatakan akan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pria yang mengaku sebagai prajurit ini menambahkan, hingga sekarang sampai akhir hayatnya dia masih seorang prajurit.

“Doktrin dari prajurit itu hanya satu yaitu cinta NKRI, kalo ada orang yang mengatakan saya mantan prajurit itu salah, tapi kalo mantan militer benar,” ujarnya.

Yang disayangkan pada saat ini tuturnya, generasi muda sekarang sudah berkurang rasa cintanya kepada NKRI.

“Saya bangga kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang mewajibkan semua ruang publik di daerahnya memutar lagu kebangsaan Indonesia Raya tiap hari pukul 10.00 WIB,” imbuhnya.

Menurut Ruslan Buton, mewajibkan semua ruang publik untuk memutar lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah upaya meningkatkan semangat nasionalisme serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta NKRI.

“Saya berharap, kedepan bukan hanya Daerah Istimewa Yogyakarta yang mewajibkan semua ruang publik untuk memutar lagu kebangsaan Indonesia Raya, tapi di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *