Perekonomian Warga Terpuruk, Walikota Batu Buka Kembali Tempat Wisata

oleh -102 views
Walikota Batu dewanti Rumpoko bersama Forkompinda kota Batu saat melakukan pemantauan di Jatim Park 3.

KOTA BATU, Rabu (15/7/2020) suaraindonesia-news.com – Walikota Batu Dewanti Rumpoko menilai Penutupan tempat wisata di kota Batu selama tiga bulan lebih akibat pandemi Covid-19 membuat pereonomian warga kota Batu terpuruk. Oleh karenanya Ingin membuka kembali tempat-tempat wisata di kota Batu.

“Kami menginginkan sektor pariwisata di Kota Batu bisa kembali beroperasi agar roda perekonomian warga tak terlalu lama terpuruk,” kata Dewanti, saat ditemui usai melakukan pantauan tempat wisata Di Jatim Park 3, Rabu (15/7/2020).

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya sebenarnya, ingin manajemen Jawa Timur Park (JTP) 3 mempercepat pembukaan kembali destinasi wisata yang sudah dianggap siap menjalankan SOP sesuai protokol kesehatan.

Karena itu Dewanti ingin mempercepat reopening atau pembukaan kembali destinasi wisata yang dianggap siap menjalankan Standar operasional prosedur (SOP) di tengah pandemi covid-19.

“Kalau bisa akhir pekan ini tempat wisata di kota Batu bisa buka kembali, kalau memang manajemen JTP 3 sudah siap, kenapa menunggu bulan Agustus?,” jelas Dewanti .

Hasil pemantauan, Dewanti menilai JTP 3 sudah siap beroperasi kembali di tengah pandemi covid-19. Manajemen telah menerapkan protokol kesehatan, dan juga telah menyiapkan ruang isolasi yang bisa digunakan oleh pengunjung ataupun karyawan yang terindikasi covid-19.

“Semakin cepat tempat wisata buka kembali maka pemulihan di sektor wisata akan cepat terlaksana. Hal ini juga agar roda perekonomian masyarakat tidak terlalu lama terpuruk,” tambah Dewanti.

Diketahui, hingga saat ini di Kota Batu baru ada dua destnasi wisata non alam yang telah dibuka. Selain JTP 3 pada akhir Juni lalu JTP 2 juga telah dibuka kembali oleh walikota Batu.

Sementara untuk perhotelan sudah ada 34 hotel di Kota Batu yang telah beroperasi kembali. Meski begitu, Gugus Tugas Kota Batu tetap melakukan pemantauan.

“Apakah simulasi yang dilakukan sangat baik ini tetap diterapkan di lapangan atau tidak,” pungkasnya.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *