Peran Pemuda Mulai Luntur, Ini Respon Masyarakat Kepulauan Kangean

SURABAYA, Rabu (2/5/2018) suaraindonesia-news.com – Pemuda Adalah penentu perubahan Bangsa, begitulah slogan yang selalu kita dengungkan, termasuk kemerdekaan Negara Indonesia tidak terlepas dari peran pemuda yang berani dan progresif.

Oleh karenanya, tentu peran pemuda dijaman mileneal ini diharapkan bisa membawa Negara terutama Desa kearah yang lebih baik. Karena Desa menjadi tumpuan Negara menuju kemakmuran sempurna, bilamana Pemuda Desa terkontaminasi terhadap perilaku dan pola yang tidak baik, seperti terpengaruh oleh Narkoba, maka hancurlah Bangsa ini, begitulah petikan statemen yang mengatasnamakan diri Ketua Formatur Pemuda Borokah Harapan Desa (PROPANSA) Laily Hasan ketika ditemui di Surabaya, Hari ini Rabu (02/05/2018).

“Kita harus mengembalikan Pemuda pada posisinya, selain sebagai tulang punggung gerakan perubahan desa, baik itu penguatan ekonomi, kesadaran dalam perilaku atau beradab, juga sebagai pemilik hak waris kepemimpinan masa depan, dan kami yang tergabung dalam lembaga (PROPANSA) ini akan mempelopori gerakannya,” katanya.

Lebih lanjut, ketika ditanya kapan secara resmi di deklarasikan dan lingkup daerahnya (Propansa) dimana saja? Laily Hasan mengatakan bahwa Propansa akan di deklarasikan pada pertengahan puasa, karena Bulan Ramadhan adalah Bulan yang suci bagi umat Muslim, oleh karenanya dengan momentum itu sangat tepat, karena jelas sambil kita mengunggah hati Pemuda menjadi lebih regilius juga kita berikan kegiatan yang berbau sosial dan keagamaan.

Selain itu soal ruang lingkup Daerah, Propansa berdiri di Kepulauan Kangean, dan berharap nanti bisa menjadi rujukan daerah lain kedepan.

“Pertengahan Puasa kita akan Deklarasi, karena bulan ini tepat sekali untuk menyadarkan Pemuda dari keterpurukan, dan kedudukannya di Kepulauan Kangean,” lanjutnya.

Lain daripada itu, dirinya bersama beberapa orang yang tergabung dalam dormatur saat ini melakukan safari yang dimulai dari Jawa Timur, seperti Surabaya, Jombang, Malang dan sebaginya untuk datang dan meminta Pemuda Kepulaun Kangean yang sudah berdomisili di daerah itu, minimal untuk bisa berkontribusi ide kreatif terhadap Daerahnya, lebih-lebih bisa balik kampung (Kepulauan Kangean) dan mengatualisasikan ilmu yang dimilikinya untuk Kangean dan bisa bersinergi dengan Pemerintah.

“Kepulauan Kangean butuh pemuda – pemuda desa dengan ide kreatif yang bisa menumbuhkan ekonomi di wilayahnya. Pemerintah sebagai regulator dan fasilitator diharap bisa bersinergi dan terus mendorong dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada pengembangan kemandirian desa,” imbuhnya.

Dalam pernyataan terakhirnya, Laily Hasan yang juga Alumni Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini berharap ada dukungan dari berbagai pihak, baik dari simpul masyarakat Kepulauan Kangean, maupun Pemerintah Setempat.

Reporter : Achmad Ajib
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here