Reporter : Nazli MD
Blangpidie, Suara Indonesia-News.Com – Satu unit perahu nelayan yang menggunakan mesin Robin yang diawaki oleh dua bersaudara asal desa Padang Panjang Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tenggelam diterpa angin kencang menjelang subuh di perairan laut Susoh, Kabupaten setempat. Rabu (20/1).
Kapolres Abdya, AKBP Hairajadi SH melalui Kasat Pol AIR Polres Abdya, Iptu Karnofi dilokasi pelabuhan penderatan ikan (PPI) Ujung Serangga kepada awak media menjelaskan, pihaknya sekira pukul 07.30 WIB mendapatkan laporan dari salah seorang pawang perahu apung terkait penemuan mayat disekitar bot mereka.
“Salah seorang pawang dari bagan (perahu apung) melaporkan dirinya bersama sejumlah awaknya melihat sosok mayat yang terapung didekat bot mereka sekira pukul 06.00 WIB pagi,”jelas Karnofi.
Setelah mendapatkan laporan tersebut, dirinya langsung meminpin penjemputan jenazah tersebut menggunakan dua unit boat BPBK, satu unit boat SAR dengan melibatkan tim dari Sat Pol Air Polres Abdya dan 8 persenil Satgas SAR Abdya, 6 personel BPBD Abdya serta sejumlah nelayan.
“Disaat kita melakukan evaluasi jenazah tersebut di kawasan Karang calung sekitar 5 mil dari Pantai Ujung Serangga, baru lah sekira pukul 09.00 WIB kita mendapatkan informasi bahwa yang mengawaki perahu robin tersebut dua orang kakak beradik,”terang Karnofi.
Mendengarkan informasi tersebut, lanjut Karnofi pihaknya bersama tim melakukan pencarian korban lainnya, namun setelah melakukan pencarian beberapa jam pihaknya juga belum mendapati satu korban yang dimaksud tersebut.
“Mengingat kita sudah mengevaluasi satu jenazah yang kita idenfikasikan bernama Abdul Muthalib diperkirakan berusia 42 tahun, kita putuskan untuk mengantarkan jenazah tersebut dan mengakhiri untuk sementara pencarian satu nelayan lagi itu,”tegas Karnofi.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana (BPBK) Abdya, Empy Syafril dilokasi mengakui, korban yang masih hilang dalam peristiwa tenggelam perahu robin tersebut berdasarkan informasi diperoleh dari pihak keluarga bernama Abdul Insaf berusia diperkirakan 31 tahun yang merupakan adik kandung dari korban (alm) Abdul Muthalib.
Pantaun Suara Indoensia News, evaluasi jenazah korban Abdul Muthalib, yang juga menjabat Panglima Laot Teupin, Kecamatan Susoh langsung dilakukan personel Sat Pol Air, tim SAR serta sejumlah nelayan dipimpin langsung Kasat Pol Air, Iptu Karnofi.
Jenazah korban dibawa pulang dengan boat nelayan dari lokasi ditemukan tiba di Pantai Ujung Serangga tepatnya di komplek PPI Susoh sekira pukul 10.15 WIB dan langsung di bawa kerumah Sakit Umum Teungku Peukan untuk dilakukan otopsi dan selanjutnya dibawa pulang oleh pihak keluarga.












