Penyaluran BLT di Aceh Timur Sangat Rendah, DD Terancam Sanksi Kemenkeu RI

oleh -1.429 views
Foto: Ilustrasi

ACEH TIMUR, Jumat (23/07/2021) suaraindonesia-news.com – Realisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kabupaten Aceh Timur tahun 2021 masih sangat rendah, apakah rendahnya realisasi dipengaruhi Surat Edaran (SE) Bupati Aceh Timur nomor 440 tahun 2021, tentang pemberian sanksi administratif bagi masyarakat yang tidak bersedia divaksin covid-19.

Kordinator Provinsi (Korprov) P3MD Aceh Drs. Zulfahmi Hasan mengungkapkan kepada media ini Kamis (22/7) realisasi penyaluran BLT di Kabupaten Aceh Timur masih sangat rendah.

Ia menyebutkan BLT yang sudah disalurkan dari 513 desa untuk tahap I bulan januari 409 Desa, pebruari 186 Desa, Maret 75 Desa, April 27 Desa, dan bulan Mei 6 Desa, sedangkan untuk tahap II dibulan Juni dan Juli masih nihil.

Rendahnya serapan BLT Aceh Timur bisa terancam kena aturan sanksi Menteri keuangan RI.

Aturan Menkeu PMK no 222 tahun 2020 tentang pengelolaan Dana Desa, bila Desa tidak menyalurkan BLT DD selama 12 bulan di tahun 2021 maka akan dipotong Dana Desa tahap II tahun 2022 sebesar 50 persen.

Zulfahmi berharap Bupati Aceh Timur bisa mengambil kebijakan khusus, agar BLT bisa disalurkan kepada KPM, mengingat kondisi ekonomi masyarakat sangat kesulitan ditengah pandemi covid-19, apalagi diberlakukan PPKM.

Jika diberlakukan aturan setiap KPM harus di vaksin, sementara sebagian KPM usianya sudah uzur, tidak bisa dilakukan vaksin, juga akan terkena imbas, tidak bisa memanfaatkan dana BLT.

“Jika daerah tidak mampu memberikan bantuan sosial untuk biaya hidup masyarakat, seharusnya di Dana Desa sudah dianggarkan BLT bisa membantu masyarakat miskin untuk menanggulangi kebutuhan hidup,” ujar Zulfahmi.

Korkab Aceh Timur, Yusmiadi saat minta tanggapan terkait rendahnya realisasi penyaluran BLT di Aceh Timur mengatakan bahwa saat ini terjadi dilema bagi Pemerintahan Gampong dalam menyalurkan BLT, di satu sisi BLT ingin disalurkan untuk mempercepat serapan realisasi APBG, namun di sisi lain terkendala dimana bagi penerima BLT harus divaksin lebih dahulu.

Selain itu kata Abu Yus sapaan akrab Yusmiadi, menjelaskan proses pengajuan dan laporan realisasi berbeda dengan tahun sebelum nya, untuk tahun 2021, pengajuan DD dari bulan ke bulan, setelah penyaluran BLT baru buat laporan dan pengajuan untuk bulan berikut nya.

“Sementara kondisi sosial masyarakat dalam hal penerimaan vaksin masih mengalami kendala berat,” tukasnya.

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *