Pengisian Perangkat Desa di Pati Tinggal Menunggu Tahapan Ujian

oleh -787 Dilihat
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Pati, Imam Kartiko.

PATI, Sabtu (02/04/2022) suaraindonesia-news.com – Tahapan demi tahapan Pengisian Perangkat Desa 2022 Kabupaten Pati telah dilalui.

Terakhir, tahapan Penghitungan Skor Jasa Pengabdian juga telah dirampungkan oleh panitia Desa penyelenggara, pada rentang 24 hingga 26 Maret 2022.

Tahapan berikutnya, tinggal menunggu hari pelaksanaan Ujian Tertulis dan Praktek oleh Pihak Ketiga (dalam hal ini universitas), yang dijadwalkan antara 11 hingga 30 April mendatang.

Sebelum itu, telah diawali Pengajuan Permohonan Perjanjian Kerja sama kepada Pihak Ketiga. Dan sesuai jadwal yang ada, Perjanjian Kerja sama Kepala Desa dengan Pihak Ketiga, ditentukan pada 1 sampai dengan 2 April 2022, hari ini.

Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Pati, Imam Kartiko menjelaskan, belum ditentukan universitas mana yang ditunjuk sebagai penyelenggara ujian.

“Kita masih menunggu. Dari 30 universitas yang kita ajukan penawaran, sebagian sudah ada yang menjawab dan ada yang belum”, jelas Imam Kartiko, Sabtu (02/04/22).

Pada Pengisian Perangkat Desa tahun ini, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Pati membuka 200 formasi jabatan perangkat Desa dari total 570 formasi yang kosong.

Adapun pengisian kali ini diikuti 95 Desa di 20 kecamatan dari 21 kecamatan yang ada. Satu kecamatan, yakni Gembong tidak ada satupun Desa yang mengajukan usulan pengisian perangkat desa.

“Terdapat 95 Desa, 187 formasi dan 706 calon perangkat desa yang memenuhi syarat administrasi”, lanjutnya.

Dia juga mengungkapkan, terdapat bakal calon yang tidak memenuhi syarat, antara lain, usia sudah lebih dari 42 tahun, sedangkan batas maksimal usia yang dapat mengikuti yaitu 42 tahun.

“Ada juga yang mundur. Dia mundur sebelum tahapan uji publik dan penetapan calon, boleh mundur. Namun bila setelah penetapan, namanya akan tetap dicantumkan sebagai peserta ujian”, ungkapnya.

Adapun pelaksanaan ujian tertulis nanti, Imam menegaskan, akan menggunakan ujian berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT), berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya yang menggunakan sistem Lembar Jawaban Komputer (LJK).

“Kesiapan mengenai tempat, sarana, infrastruktur dan jaringan, sedang kami komunikasikan”, tuturnya.

Menanggapi adanya polemik yang muncul atas penyelenggaraan itu di tingkat panitia Desa, Imam memberi penegasan, pelaksanaan pengisian perangkat Desa harus berpedoman pada Perbup Pati Nomor 55 Tahun 2021.

“Kita dalam pelaksanaannya berpedoman sesuai aturan Perbup 55 Tahun 2021. Kemudian, masing – masing panitia membuat tatib (tata tertib) disesuaikan dengan perbup itu. Bilamana ada penyelewengan ditatib, harus ada revisi”, jelas Imam.

Dan tahapan yang telah dilalui, jelasnya lagi, tidak dapat dilakukan pengulangan kembali.

Reporter : Usman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan