Penggunaan Dana BOS Tahun 2021 Tingkat SD Deli Serdang Diduga Sarat Korupsi

oleh -170 views
Foto : Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang yang berada di perkomplekan Pemkab di Lubuk Pakam, Rabu, (10/11/2021). (Foto : M. Habil Syah/SI)

DELI SERDANG, Rabu (10/11/2021) suaraindonesia-news.com – Kuat dugaan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021 sarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Bahkan penggunaanya terbilang mubadir dan terkesan sia-sia semua paket yang telah dibelanjakan oleh pihak sekolah, dan data mengacu pada daftar pesanan dalam penggunaan dana BOS di Tahun 2021 yang sudah dipersiapkan pihak Manager BOS Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang yang di pegang oleh Yusnaldi. Hal ini disampaikan sumber yang namanya enggan dipublis.

Menurutnya, aturan dan kebijakan yang dilakukan pihak Manager BOS Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang dibawah kendali Yusnaldi dalam penggunaan Dana BOS 2021 kini mendapat banyak sorotan dikalangan masyarakat.

Pasalnya, semua belanja pengadaan buku dari Dana BOS Tahun 2021 dikatakan sia -sia belaka atau mubadir dan faktanya tidak dipergunakan sama sekali oleh para siswa-siswi di tingkat SD untuk se Kabupaten Deli Serdang dalam proses belajar mengajar.

Menurutnya, dari data label pesanan pengadaan buku yang dibelanjakan melalui penggunaan Dana BOS Tahun 2021 ada diantaranya merupakan akal-akalan pihak Manager dana BOS Dinas Pendidikan Deli Serdang, soalnya tidak sesuai kebutuhan siswa Sekolah Dasar. Misalnya belanja Pengadaan Buku Anti Korupsi yang dihargai per buku sebesar Rp. 52.000 untuk semua Siswa/i SD se Deli Sedang.

“Buku Anti Korupsi tersebut dibagi pada anak-anak di tingkatan Sekolah Dasar yang secara nalar tidak ada manfaatnya, karena tingkat SD belum memahami maksud dan tujuan yang terkandung didalam isi buku tersebut,” tuturnya.

Begitu juga tentang Pengadaan Buku Ujian Sekolah (US) yang bersumber dari Dana BOS Tahun 2021 untuk Kelas 6 SD se – Deli Serdang, terkesan Dimanfaatkan dan sarat KKN dilingkungan pejabat Dinas Pendidikan yang ingin berbagi keuntungan secara berjama’ah dari Dana BOS tersebut .

“Kalau menilik dari fakta dan data yang ada dengan kondisi yang sama-sama kita ketahui dan kita hadapi bersama selama dua tahun Indonesia masih menjalani pandemi Covid-19 dan dirasakan hingga saat ini belum berakhir.
Pada masa-masa pandemi sekolah tidak diadakan belajar tatap muka semua berjalan sesuai instruksi mentri pendidikan, proses belajar mengajar dengan sistem daring atau online, tidak ada pelaksanaan ujian sekolah yang dulu disebut Ujian Nasional,” terangnya.

Masih kata sumber, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim telah mengingatkan agar Penggunaan Dana BOS tidak digunakan dengan sia sia. Menurutnya kebutuhan yang paling kritis saat ini adalah bagaimana siswa bisa secara aman kembali belajar dengan tatap muka di sekolah.

“Dana BOS ini benar benar harus digunakan sebaik mungkin dan diprioritaskan untuk kebutuhan Pesiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Dana BOS Program yang diusung pemerintah untuk membantu sekolah agar dapat memberikan pembelajaran dengan lebih optimal, hal ini yang pernah diingatkan Mendikbud kepada semua pihak sekolah,” bebernya.

Data label yang ada kata sumber, belanja Pengadaan Buku Ujian Sekolah yang dihargakan Rp.65.000/buku bagi siswa/i kelas 6 SD merupakan tindakan yang sia sia dan tidak bermanfaat yang dibelanjakan saat masa-masa pandemi Covid-19.

“Begitu juga belanja Pengadaan Buku Panduan Pramuka yang dihargakan sebesar Rp 2.501.000/paket untuk satu sekolah, dan buku tersebut tidak dipergunakan karena selama dua tahun ini, karena tidak ada tatap muka di sekolah, namun tetap dipaksakan, agar setiap sekolah SD se- Deli Serdang untuk membeli paket buku panduan tersebut oleh pihak Manager BOS Dinas Pendidikan Deli Serdang,” urainya.

Yusnaldi, Sekretaris Dinas Pendidikan Deli Serdang yang merangkap Manager BOS, yang saat itu didampingi Kabid GTK Jumakir, M. Pd, saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya. Selasa sore (9/11) menyatakan, kalau berkaitan dengan masalah ujian sekolah hendaknya bisa dipertanyakan kepada Kabid SD pada Dinas Pendidikan Deli Serdang yakni Samsuar Sinaga, karena tupoksinya untuk menjawabnya’.

“Sementara berkaitan dengan ke Pramukaan itu tugasnya pak Jumakir, sedangkan tentang menanamkan karakter untuk anak anak untuk jujur, bertanggung jawab dan menghargai orang lain, bisa nanti kita koordinasi kebidang SD nya,” ujar Yusnaldi, seolah tidak nyambung apa yang dipertanyakan, pasalnya pertanyaan yang diajukan keterkaitan pengadaan barang dengan menggunakan dana Bos tahun 2021.

Sementara Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang Jumakir, M. Pd diwaktu yang sama menambahkan yang juga dihubungi melalui sambungan telpon selular, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang sibuk karena terus kelapangan dari mulai pagi hingga siang.

“Saat ini sekolah perlu kita pantau, Kecamatan pun perlu juga kita pantau, kalau tidak tambah banyak masalah, ya seperti masalah yang anda sampaikan ini lah buktinya kepada kami. Maka bila ada temuan begini kita akan koordinasikan bersama,” terang Jumakir.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi lanjutan hari ini baik itu dari Yusnaldi, atau Jumakir, namun ada pesan Whatsapp yang di sampaikan, bahwasannya hingga malam ini dirinya baru selesai rapat dengan Kadis baru.

Reporter : M. Habil Syah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan