Pengelolaan Wisata Kedungpupur Lemah, Berikut Ulasannya

oleh -36 views
Pengelolaan Agrowisata Kedungpupur Lemah

BLORA, Sabtu (8 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Lemahnya pengelolaan pengebangan wisata kedungpupur yang merupakan wisata pengembangan wilayah timur kabupaten Blora. Tepatnya di Desa Ledok, Kabupaten Blora, provinsi Jawa Tengah.

Penyebab utama lemahnya ekselerasi pengembangan yakni anggaran dana yang tidak ada. Kata kepala Desa Ledok Sardi ketika dikonfirmasi di lokasi.

Menurut Sardi, di agrowisata ini ada 3 wisata, wisata wana migas dan Wisata agrobisnis.

“Sudah satu tahun ini kami dan warga mengembangkan dengan anggaran swadaya kurang lebih sampai Saat ini Rp.300.000 juta,” paparnya.

Dirinya mengaku, sampai saat ini masih menunggu rencana proses pemberian dari kementerian Desa untuk pembangunan senilai 1 milyar.

“Namun belum tau persis jenis pembangunan,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku sudah mempersiapkan untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) terdiri 4 Desa. Desa Sambung, Sambongrejo, Ledok dan Giyanti.

“Sebagai sarana dibentuknya keempat Desa untuk menerima anggaran 1 milyar dari kementrian Desa,” ungkapnya.

Dalam pengamatan suara indonesia-news.com, terlihat pembangunan dilokasi juga belum maksimal dan perawatan kolam Renang tampak kumuh, air kolam pemandianya berwarna kecoklat-coklatan.

Terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, Drs. Kunto Aji ketika ditanya kapan untuk pembangunan agro wisata kedungpupur kaitannya dengan anggaran kementrian Desa.

Kunto menyampaikan untuk pengembangan masih proses pengajuan di Anggaran Pembelanjaan Daerah (APBD) Tahun 2018 mendatang.

Lanjut kunto, Pengelolaannya BUMDES, tapi untuk pelaksanaan pembangunannya dari kementrian langsung atau pembantu belum tau persis.

“Yang jelas Pemkab melalui Dinporabudpar berupaya maksimal untuk penataan obyek wisata Ketiganya,” pungkasnya. (Lukman).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *