Reporter: Rusdi Hanafiah
LANGSA ACEH, Sabtu (20/5/2017) suaraindonesia-news.com – Mutu beras raskin gratis yang di salurkan kepada masyarakat di Kota Langsa sagat tidak layak konsumsi, pasalnya beras tersebut sudah berbubuk bahkan dihinggap oleh seranggga jenis kutu beras, di duga beras ini layaknya seperti dimakan oleh ternak saja.
Zuraida (65), warga Desa Paya Bujok Seuleumak salah seorang penerima beras bantuan miskin (raskin) yang ditemukan awak media, kemarin Jumat (19/5/2017) mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemerintah yang telah menyalurkan beras Raskin gratis, namun pihaknya sangat merasa kecewa dengan mutu beras yang di salurkan saat ini jauh tidak layak konsumsi. Ujarnya.
“Jika di bandingkan beras raskin terdahulu jauh lebih baik kualitasnya, apakah ini karena gratis? Sehingga mutunya seperti ini, jika diberikan bantuan beras untuk rakyat miskin dengan beras tidak bermutu jangan sampai kesehatan kami jatuh sakit,” pintanya.
Menanggapi persoalan tersebut, Zulfadli AR, salah seorang pengamat sosial di Kota Langsa mengatakan, Diminta kepada DPRK Langsa untuk segera membentuk pansus guna menulusuri proses dan mata rantai dalam penyaluran beras raskin gratis, yang di sinyalir terindikasi ada “permainan” dalam hal pengadaan beras tersebut menyangkut standar mutu beras yang tidak layak di konsumsi.
“Orang miskin juga manusia, seperti orang – orang kaya lainnya membutuhkan makanan yang layak bukan makanan bercampuran dedak. Nilailah kehidupan rakyat miskin yang harus dilindungi oleh Negara, yakni apa lagi ini daerah aceh yang memiliki keistimewaan, jika penerima raskin (bukan beras bermanfaat) Jadi hendaknya, DPRK Langsa lebih perduli keselamatan rakyat dengan penuh manusiawi dalam hal mengatasi pemberian bantuan beras raskin gratis kepada masyarakat yang sekarang ini telah dijalankan di Kota Langsa,” Cetus Zulfadli.
Sementara terkait bantuan beras yang tidak bermutu, Kasub Divisi Regional Bolog Langsa Ismail Siregar yang di Hubunggi awak media untuk konfirmasi kejelasan beras raskin di kantor Jalan Ahmat Yani Langsa, menurut Stafnya, kasub divisi regional sedang tidak berada di tempat.












