Pengalihan Pemenang Tender Memperkuat Dugaan Korupsi Proyek Revitalisasi Pasar di Jember

oleh
Pasar tradisional manggisan di Kecamatan Tanggul disegel. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Jumat (5/7/2019) suaraindonesia-news.com – Dugaan adanya korupsi pada proyek revitalisasi pasar tradisional semakin kuat. Hal itu dikarenakan adanya temuan baru yakni adanya pengalihan pemenang lelang kepada rekanan lain. Untuk itu, Kejaksaan Negeri Jember pun semakin intens melakukan penyidikan ke sejumlah saksi dari pihak rekanan.

Tahap pertama, Kejari Jember meminta keterangan kepada kuasa direktur pemenang lelang dari PT. Dita Putri Waranawa berinisial HS.

Dalam keterangannya kepada penyidik, HS mengaku menjalankan kewenangan sebagai kuasa direktur hanya sampai desember 2018. Dan setelah itu, kewenangan dikembalikan kepada direktur berinisial S yang sebelumnya telah diperiksa.

Melihat keterangan tersebut semakin memperkuat dugaan korupsi proyek pasar manggisan, kecamatan tanggul memang terjadi. Ditambah lagi, dalam pelaksanaannya perusahaan pemenang lelang juga sempat meminjam dana talangan kepada donatur terkait pengerjaan pasar manggisan tersebut.

Donatur tersebut diketahui berinisial B dan L yang dalam waktu dekat juga akan dipanggil oleh Kejari Jember.

“Pengerjaan itu di sisi finansialnya ada ketidakmampuan sehingga meminjam dari donatur itu tadi. Dan donatur ini juga nantinya kita periksa. Namanya sudah kita kantongi inisial B dan inisial L,” terang Kasi Pidsus Kejari Jember, Herdian Rahardi, Jumat (5/7) pagi.

Selanjutnya Herdian menuturkan bahwa penyidikan ini akan terus berlanjut dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian.

“Untuk target penetapan yang jelas berjalan saja dulu prosesnya,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pengerjaan proyek revitalisasi 12 pasar tradisional dimulai pada bulan oktober 2018 dan diproyeksikan harus selesai dalam jangka waktu 80-90 hari kerja. Proyek revitalisasi ini menggunakan APBD tahun 2018 sebesar total Rp. 100 miliar.

Dengan diserahkannya sejumlah pasar pada ‘Nganyari Pasar’ gelombang kedua (4 Juli 2019), tersisa satu pasar tradisional yang belum diserahkan dan dalam perkara hukum. Pasar tersebut adalah pasar manggisan di Kecamatan Tanggul, yang kini disegel oleh Kejaksaan Negeri Jember untuk kepentingan penyidikan terkait dugaan korupsi pada proyek tersebut.

Pembangunan renovasi pasar manggisan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp. 7,8 miliar, dengan waktu pengerjaan 80 hari kerja, kontraktor pelaksananya adalah PT. Dita Putri Waranawa, sedangkan konsultan pengawasnya adalah CV. Mukti Design Consultant sesuai yang tertera pada papan proyek pasar manggisan.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Dewi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *