Pengalihan Arus JLS Pati Dinilai Kurang Efektif

Pati, Suara Indonesia-News.Com – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Pati Selasa (3/11/15), melakukan Pengalihkan arus lalu lintas di jalan nasional dari arah Kudus ke Kota Pati. Namun dari pantauan di lapangan  belum berjalan maksimal. Penyebabnya, kebijakan tersebut tidak diikuti dengan pemasangan rambu petunjuk.

Akibatnya, kawasan ujung barat Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati, di Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo, Pati menjadi semrawut dan dan antrean panjang tak bisa dihindari. Lebih-lebih arus lalu lintas dari barat yang tetap hendak belok kanan (selatan), masuk ke ruas JLS kadang-kadang sering berebut untuk mendahului arus lalu lintas dari arah timur atau Kota Pati. Hal ini sebagai bukti tata insfraktuktur Kota Pati diTahun 2015 sudah mulai awut-awutan serta bermunculan pengatur lalu lintas tidak resmi alias pak Ogah.

Kendati di lokasi ujung JLS terdapat lampu pengatur lalu lintas, sejumlah pemerhati fasilitas publik tidak efektif. Sebab, lampu tersebut harus mengatur arus lalu lintas yang datang dari tiga ruas jalan, selain dari barat ke timur maupun sebaliknya juga dari ruas JLS.

Meskipun yang melintas adalah pengguna jalan berkendara motor hendak belok kanan menuju ke kota, tapi juga harus mengikuti lampu pengatur lalu lintas. Hal tersebut mengakibatkan waktu untuk memberi kesempatan agar pengguna jalan berhenti, atau lampu yang menyala merah terlalu lama.

Sedangkan pengalihan arus lalu lintas dari barat ke timur masuk ke Kota Pati, karena saat ini di lokasi tersebut tengah berlangsung pelaksanaan proyek penataan ujung JLS.

’’Selain itu juga diikuti penambahan lajur sisi kiri dan kanan dengan panjang, masing-masing 400 meter sehingga menjadi empat lajur,’’ ujar Moh. Hadi (51), pemerhati fasilitas publik kepada suara indonesia-news.com.

Melihat tahapan pekerjaan berjalan, lanjut Hadi, upaya mengalihkan arus lalu lintas dari barat tidak masuk ke JLS tapi lurus menuju kota adalah bagian dari rekayasa agar saat pembetonan ruas lajur tengah tidak lagi terjadi kesemrawutan.

Perlu, koordinasi dengan petugas dari jajaran Satlantas. Selama kelengkapan rambu-rambu petunjuk yang di tempatkan di lokasi itu cukup, maka para pengguna jalan tetap akan mematuhinya.

’’ oleh karena itu, kalau hanya ditempatkan petugas pengatur, kemampuan berdiri di tengah cuaca terik matahari tentu sangat terbatas,’’ imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Pati, Tri Haryama mengakui pihaknya saat ini tengah melakukan penataan.

’’Lampu pengatur lalu lintas yang terpasang sifatnya adalah sementara, dan rambu-rambu petunjuknya akan segera menyusul karena kesepakatan pengalihan arus lalu lintas dari barat itu baru ditetapkan akhir pekan lalu,’’ ujar Tri Haryama.

Dari lemahnya rambu lalu lintas yang kurang efektif dan kepadatan pengendara motor maupun mobil sehingga jalan terlihat sempit dan batas batas rambu lalu lintas kurang memadahi sehingga nilai kecelakaan dipati meningkat, bukti insfratruktur semakin semrawut. (pung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here