Sumenep, Suara Indonesia-News.Com – DPRD Meminta pemerintah tidak main-main dalam pengadaan kapal Keinginan warga Kepulauan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk memiliki alat transportasi laut yang memadai harus tertunda lagi.
Pasalnya, rencana pengadaan kapal laut yang sempat mencuat pada tahun 2014 lalu, masih akan terealisasi pada tahun 2017.
Sebagaimana pernyataan Kepala Dinas Perhubungan (Diahub) Kabupaten Sumenep, Moh. Fadillah, jika pengadaan kapal baru, akan terealisasi pada tahun 2017.
Hal itu dikarenakan, pengadaan kapal tersebut harus dilakukan pengajuan ulang. Sementara pengajuan tersebut direncanakan akan dilakukan pada tahun anggaran 2016 atau setelah ditetapkannya kepala daerah definitif. Sebab, proyek pengadaan kapal tersebut termasuk proyek multiyears.
”Kalau pengajuannya di 2016, maka realisasinya tahun 2017,” kata Moh. Fadillah,Kepala Dinas Perhubungan (Diahub) Kabupaten Sumenep.
Sedangkan disainer kapal tersebut sudah dilakukan pada tahun 2014 lalu. Dan desain tersebut akan dijadikan acuan untuk pembuatannya nanti.
Saat ini, Dishub Sumenep sedang melakukan pengkajian soal anggaran yang ada. Sebab, dikuatirkan anggaran yang tersedia sebelumnya tidak mencukupi. Sehingga perlua diantisipasi segala kemungkinan, termasuk lonjakan harga bahan baku yang dibutuhkan.
“Kami akan lihat dulu anggaran yang ada, apa harus menambah lagi atau tidak,” bebernya. Pada tahun 2014 lalu, pemerintah daerah telah menyediakan anggaran sebesar Rp 27 miliar untuk pengadaan kapal baru.
Anggaran miliar itu bersumberkan dari dana Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tingkat I Provinsi Jawa Timur, sebesar Rp 18 miliar, dan Rp 9 miliar bersumberkan dari dana APBD tingkat II Sumenep. Sayangnya, meskipun anggaran yang dibutuhakan sudah dianggarkan, rencana tersebut harus ditunda.
Sebab, jabatan kepala daerah setempat berakhir pada bulan Oktober 2015 mendatang. Sehingga apabila dilanjutkan, proyek tersebut dikuatirkan terjadi polemik.
”Kami harap Pemerintah Daerah tidak main-main dalam pengadaan kapal ini. Karena sangat dibutuhkan dan menjadi persoalan yang urgen bagi semua warga kepulauan,” pungkas Badrul Aini, Anggota DPRD Sumenep, asal kepulauan.
Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terdiri dari 27 Kecamatan, diantaranya 18 Kecamatan daratan dan 9 Kecamatan kepulauan.(fjr/Zaini).












