Penertiban Aset Negara Milik PT. KAI Kota Probolinggo Ditunda

Foto: Luqman Arif, Humas PT. KAI Probolinggo. (Foto: Singgih/SI)

PROBOLINGGO, Minggu (27 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Penertiban aset Negara yang dikuasakan kepada  PT. KAI (Kereta Api Indonesia) Daop 9 Jember, yang meliputi wilayah Pasuruan sampai Banyuwangi Jawa Timur akan terus dilakukan oleh PT. KAI.

Hal tersebut dilakukan untuk menyelamatkan aset Negara yang dikuasakan kepada PT. KAI dari pihak pihak yang tidak memiliki legalaitas formil, namun ingin menguasai untuk kepentingan pribadi tanpa sepengetahuan PT. KAI.

Diungkapkan Humas PT. KAI Probolinggo, Luqman Arif, kepada sejumlah insan pers saat dikonfirmasi terkait rencana penertiban aset negara milik PT. KAI yang berlokasi dijalan Suroyo Kota Probolinggo, yang saat ini dihuni/dijadikan tempat tinggal Wenny bersama keluarganya.

Luqman mengatakan, penertiban dengan pemagaran aset Negara milik PT.KAI di jalan Suroyo yang di huni Wenny, sesuai kesepakatan yang telah ditanda tangani bersama, mestinya dilakukan (Sabtu,26-Agustus-2017) kemarin.

Namun pemagaran ditunda lagi, karena Wenny (penghuni lahan) ingkar janji dan melibatkan salah satu organisasi massa (Lira) untuk mencegah pemagaran. Perlu diketahui, saat Wenny menandatangani kesepakatan bersama dengan PT. KAI waktu itu juga disaksikan oleh Lira.

Dalam perjanjian kesepakatan tersebut dia sepakat dan bisa menerima bahwa, Sabtu 26-Agustus-2017 akan dilakukan penertiban lahan yang ditempatinya dengan pemagaran.

Foto: Wenny penghuni aset milik PT. KAI di jalan Suroyo Kota Probolinggo, melibatkan Ormas Lira. (Foto: Singgih Wijanarko/SI)
Foto: Wenny penghuni aset milik PT. KAI di jalan Suroyo Kota Probolinggo, melibatkan Ormas Lira. (Foto: Singgih Wijanarko/SI)

“Namun setelah tiba waktunya, kata Luqman, penghuninya (Wenny, red), mengingkari perjanjian yang disepakatinya, dia malah melibatkan organisasi massa (Lira) untuk menghalangi kegiatan pemagaran”, ungkapnya, Minggu (27/8).

Karena pertimbangan kondisifitas wilayah, pemagaran aset Negara milik PT KAI dijalan Suroyo Kota Probolinggo tetap akan dilakukan, namun melalui jalur hukum.

“Pemagaran akan tetap dilakukan, namun dalam penertiban tersebut yang pertama tetap harus mempertimbangkan kondusifitas wilayah,” tambahnya.

Luqman menandaskan, Apapun alasan dia, penertiban aset dengan pemagaran lahan yang ditempatinya akan tetap dilakukan, pasalnya lahan yang ditempatinya adalah merupakan aset negara yang dikuasakan kepada PT. KAI, dan pihak PT. KAI secara hukum memiliki bukti bukti yang kuat.

“Seperti bukti sertipikat tanah/lahan yang sudah ingkrah,” pungkasnya. (Singgih Wijanarko).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here