Penentuan Ketua BPD Desa Gapura Barat Diduga Sarat Permainan

oleh -29 views
Anwar, Salah satu anggota BPD yang dikucilkan.

SUMENEP, Kamis (4/6/2020) suaraindonesia-news.com – Penentuan struktur Badan Pemusyawatan Desa (BPD) menjadi perbincangan hangat masyarakat Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Karena hal itu diduga ada permainan dibalik layar oleh perangkat Desa dan beberapa anggota BPD yang membuat setingan struktural keorganisasian berbeda dari sebelumnya.

Pada penentuan struktur BPD Desa Gapura Barat tidak dilakukan secara transparan. Bahkan membuat forum lain sebelum melaksanakan musyawarah untuk merancang struktur pengurus BPD. Hal itu tidak melibatkan salah satu dari anggota BPD tersebut.

Awal dari pada pembetukan penyaringan BPD itu sudah jelas. Bahwa dari panitia perekrutan anggota BPD menjelaskan di depan tokoh-tokoh masyarakat juga kepada anggota BPD, yang terpilih menjadi ketua adalah suara terbanyak, ijazah tertinggi, umur paling tua, dan berpengalaman.

“Otomatis karena saya masuk dalam kategori diatas memenuhi syarat, akhirnya saya menjadi ketua. Hal itu tidak dijelaskan ketua sementara. Saya yakin bahwa BPD waktu itu langsung saya tanda tangani semua yang berurusan dengan Desa. Langsung ketua BPD bukan ketua sementara,” kata salah satu anggota BPD, Anwar saat diwawancarai, Selasa (2/6).

Pada saat itu lanjut Anwar, waktu malam tanggal 30 ada yang mengantarkan undangan ke rumahnya. Ia mengakui dalam undangan tersebut terdapat tanda tangan dari anggota lain yang bukan dari awal ditunjuk sebagai ketua, yang mengundang itu adalah anggota BPD juga. Surat undangan itu adalah prihal pemilihan ketua BPD yang bertepatan pada tanggal 30 jam 9.

“Tapi saya sudah dengar pada waktu malam itu bahwa anggota BPD yang lain dikumpulkan di Balai Desa,” jelasnya.

Tambah Anwar, pihaknya tahu dari saudaranya yang bertanya kepada anggota-anggota BPD yang lain. Mau kemana? Mau kebalai ada pertemuan. Ia mengaku bahwa dirinya tidak dilibatkan waktu itu. Akan tetapi waktu tanggal 30 ia tetap hadir dalam acara itu.

“Prediksi saya bahwa ada setingan-setingan pada waktu malam itu. Waktu pertemuan sudah menjelaskan kepada anggota-anggota tidak masalah ada pemilihan ketua. Tapi bukan cara seperti ini,” tuturnya.

Pada hari pemilihan ketua, ia tetap datang untuk menghadiri surat undangan yang sudah diterima pada malam harinya.

Sementara Sekretaris Desa Gapura Barat, Ibnu Hajar menyampaikan, justru secara tidak langsung ia mendukung dan setuju apabila ada percepatan penyusunan oraganisasi BPD. Karena hal itu ia bersama Kepala Desa mendukung dan mendesak penyusunan struktur.

“Iya saya cuma menyarankan kepada mereka agar secepatnya menyusun struktur kepengurusannya, dan saya memfasilitasinya,” tandasnya.

Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *