ABDYA-ACEH, Rabu (20/12/2017) suaraindonesia-news.com – Pendaftaran tenaga kontrak untuk formasi umum yang dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terjadi antrian panjang dan diwarnai aksi saling dorong antar pengantre.
Pantauan media dilokasi, pendaftaran ribuan pengantre saling dorong tak terelakkan dan Ironisnya terlihat panitia pelaksana hanya menyediakan dua pintu masuk, satu untuk pelamar umum dan satu lagi khusus untuk ibu-ibu hamil.
Petugas pun kewalahan mengatur pendaftar yang hendak masuk kedalam ruangan tempat pengambilan nomor ujian.
Selain hanya menyediakan satu ruangan dengan belasan petugas pencatat pendaftaran, dalam antrean itu juga terlihat tidak ada pintu khusus untuk lelaki maupun perempuan, dengan tidak adanya batasan antara perempuan dan lelaki tersebut mengakibatkan desakan antara lelaki dan perempuan tidak terhindarkan.
Baca Juga: Terkait Kasus Dana Hibah Dispora, Kejari Telusuri Bukti Baru
Bahkan, dari kejadian tersebut, pintu ruangan aula komplek pendidikan padang Meurante Susoh yang terbuat dari kaca jebol akibat ribuan pelamar memaksa masuk keruangan yang tak sabar mengantre.
membludaknya peserta calon tenaga kontrak itu mulai terlihat sangat-sangat padat sekira pukul 08:00 Wib. akibat Banyaknya peserta hingga nyaris tak ada tempat untuk lokasi parkir kendaraan.
Lantaran antusias ribuan warga yang tak terbendung pada saat antrean, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pasca berdesakan. Sekda bersama kepala BKSDM Abdya datang dan memutuskan untuk menerima berkas saja, untuk nomor ujian para pendaftar yang sudah mengumpulkan bahan dapat mengambil di kantor camat masing-masing pada hari Jumat – Sabtu mendatang.
Sekda Abdya, Drs. Thamrin yang diminta keterangan terkait kejadian itu mengatakan, banyaknya para pendaftar yang terdiri dari perempuan dan lelaki tersebut diluar dugaan.
“Ini sangat luar biasa antusias warga Abdya untuk memiliki kesempatan bersama pemerintah membangun Abdya, ini diluar dugaan kita,” sebutnya.
Selain diluar dugaan, lanjut Sekda, membludaknya pendaftar itu juga diakibatkan waktu pelamaran untuk jalur umum itu hanya satu hari.
“Mereka berusaha untuk bisa cepat selesai dan telah terjadi penumpukan dari awal karena petugas kita tidak ramai,” singkat Sekda Thamrin.
Sementara itu, salah seorang dari peserta di sela-sela aksi saling dorong menyebutkan, antusias peserta kontrak sangatlah tinggi dan jauh dengan target pemerintah dalam penerimaan yang dibutuhkan.
“Ini luar biasa banyaknya pendaftar kontrak, jika dibandingkan dengan penerimaan yang hanya seribuan lebih, namun yang mendaftar hampir mencapai, tujuh ribuan orang sebutnya,” imbuhnya.
Lanjutnya sumber, dari kilas balik banyaknya pendaftar kontrak itu, terbukti banyak masyarakat abdya yang belum jelas status pekerjaan alias pengangguran, nantinya tentu tidak semua pendaftar mendapat kesempatan menjadi tenaga kontrak.
“Ini merupakan soal yang harus bijak disikapi oleh kepala wilayah selaku pemangku kekuasaan dalam menyelasaikan persoalan ini,” pinta salah seorang peserta kontrak warga setempat yang tidak ingin namanya dipublikasi.
Reporter : Nazli MD
Editor : Panji Agira
Publisher : Tolak Imam












