BLORA, Selasa (20/05) suaraindonesia-news.com – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kian terasa. Ribuan orang mengajukan permohonan pembuatan kartu kerja.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Blora Endro Budi Darmawan mengatakan, hampir setiap hati tercatat lebih dari 100 orang mengajukan pembuatan kartu kerja.
Pelayanan yang disediakan oleh Dinperinaker dan terletak di Mall Pelayanan Publik (MPP) Blora setiap hari ramai pembuat kartu.
“Mulai dari laki-laki dan perempuan, perbedaan tingkat kelulusan hingga kalangan yang dewasa. Catatan kami terhitung dari Maret sampai Jum’at (16/5) ada sebanyak 1.726 orang yang membuat kartu kerja,” ucapnya.
Endro menyampaikan, para pencari kerja itu didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada Maret 2025 tercatat sebanyak 207 orang, pada April 2025 sebanyak 717 orang dan pertengahan Mei 612 orang.
“Kami mengantisipasi lonjakan pembuatan kartu kerja ini sudah penuh kesiapan. Perempuan mendominasi pengajuan pembuatan kartu dengan jumlah 1.056 orang dan laki-laki hanya 670 orang,” ujarnya.
Endro menjelaskan, adanya lonjakan pembuatan kartu kuning itu dikarenakan ada lulusan baru, pengadaan job fair dan suka duka dalam pekerjaan. Ditengah efisiensi itu, ia mengaku akan mengusahakan para pencari kerja itu bisa terfasilitasi.
“Di Blora itu ada beberapa perusahaan, diantaranya PT Pentawira juga akan membuka sekitar 500 karyawan dan akan ada industri rokok rumahan Alhamdulillah juga ada dapur bergizi yang mampu menyerap sebanyak 350 tenaga kerja,” jelasnya













