Pemudik yang Dikarantina Difasilitas Pemkab

oleh -66 views
Bupati saat mengecek kesiapan di SMPN 1 Lumajang.

LUMAJANG, Senin (6/4/2020) suaraindonesia-news.com – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, sampaikan kalau pemudik akan difasilitasi tempat tidur, tempat masak, bahan memasak dan fasilitas lainnya.

Kebijakan tersebut diambil Bupati Lumajang setelah melakukan rapat evaluasi bersama dengan Forkopimda.

“Nanti yang menjadi pimpinan dalam karantina pemudik ini adalah dari unsur TNI, yaitu dari Dandim 0821/Lumajang,” ungkapnya dihadapan sejumlah awak media, saat bersama Wakil Bupati Indah Amperawati (Bunda Indah Masdar), Kapolres AKBP Adewira Negara Siregar dan Dandim 0821 Letkol Achmad Fauzi.

Bupati ingin memastikan kalau lokasi kawasan Sekolah Unggulan Terpadu (SUT) yang terdiri dari SMPN 1, SMAN 2, SMKN 1, dan SDN SUT, bisa digunakan untuk tempat karantina bagi masyarakat Lumajang yang mudik atau datang dari luar Lumajang.

“Karantina ini berlaku untuk 14 hari masing masing pendatang atau pemudik,” paparnya.

Kenapa harus di SUT, Bupati sampaikan karena SUT memiliki sarana yang cukup untuk kebutuhan karantina. Kawasan yang terlokalisir, 100 lebih ruangan kelas, 20 lebih kamar mandi, tempat parkir luas, gerbang satu pintu. Jadi, berbanding tempat lain yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Lumajang, SUT yang paling representatif.

“Kami telah siapkan alat masak, beras dan kebutuhan lauk untuk dimasak, untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi para pemudik atau pendatang selama berada di tempat karantina,” terang politisi PKB ini.

Bupati juga jelaskan pihaknya akan memenuhi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki Pemkab. Tentu saja dengan mempertimbangkan skala prioritas.

“Misalnya, bagi ibu hamil dan yang memiliki bayi, kami siapkan tempat tidur. Bagi yang lain, kami siapkan standart yang layak untuk tidur,” jelasnya.

Proses karantina, menurut Bupati diawali dengan langkah awal akan dilakukan skrining di setiap perbatasan masuk Lumajang dan di terminal. Untuk dilanjutkan pendataan dan penghantaran ke lokasi karantina, baik melalui kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

“Ini bukan lockdown, ini adalah langkah pembatasan setiap personal untuk memastikan tidak semakin menyebarnya corona di masyarakat, apalagi di beberapa desa dan kecamatan di Lumajang yang saat ini masih terjaga dengan baik,” bebernya.

Langkah ini, kata Bupati dilakukan untuk memastikan pencegahan virus corona yang salah satu akibatnya bisa jadi karena terbawa oleh salah satu orang yang datang dari luar Lumajang, terutama daerah yang berdasarkan data, banyak yang terjangkit positif corona. Apalagi, ada banyak orang yang positif corona, tapi kondisinya sehat dan tidak ada gejala sakit.

“Himbauan kami, JANGAN MUDIK. Tetapi, apabila karena kondisi harus mudik. Kami akan memberlakukan karantina selama 14 hari,” pungkasnya.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *