Pemuda Cerdas Lintas Kabupaten Gelar Diskusi Publik Isu ‘Madura Provinsi’

oleh -12 views

Reporter: Anam

Bangkalan, suaraindonesia-news.com – Perbincangan Madura menjadi Provinsi semakin hari, semakin menjadi tranding topik diberbagai kalangan, Beberapa kalangan muda yang tergabung dalam Pemuda Cerdas Lintas Kabupaten Se-Madura menggelar diskusi publik yang bertemakan Madura Provinsi.

Dalam acara tersebut mengambi teman “Berkah atau Bencana”, serta mengundang beberapa pembicara yakni; Proft. Akh. Muzakki, M.Ag.,Grad.Dip.SEA.,M.Phil.,Ph.D, Jamil, SH.,M.H dan Iskandar Zulkarnain. S.ThiM.St, Minggu (01/05/2016) bertemoat dii Aula Madrasah Aliyah Negeri Bangkalan.

M. Husni Sakur selaku selaku koordinator Pemuda Cerdas Lintas Kabupaten SeMadura ini menyampaikan bahwa agenda yang digelar saat ini untuk menelorkan beberapa rekomendasi cerdas yang nantinya akan dilayangkan pada pemerintah terkait baik itu eksekutiv, legislativ maupun yudikatif.

“Tujuan digelarnya diskusi publik lintas Madura ini diharapakan mampu menghasilkan beberapa rekomendasi. Yang mana rekomendasi tersebut  akan kami tindak lanjuti keinstansi terkait,” jelas Husni.

Dalam kesempatan tersebut Husni juga mengatakan secara yuridis Madura memang belum bisa menjadi provinsi, tetapi itu bukanlah sebuah akhir dari segalanya. Meski sejarah Madura dan secara geografis, Madura layak menjadi Provinsi.

“Namun secara administrasi Madura belum bisa karena hanya ada 4 Kabupaten,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Untuk menjadikan Provinsi Madura harus mengkaji ulang, sebab dimana letak ibu kota rovinsinya, dan siapa pemimpinnya ini masih harus dikaji leih lanjut. Takutnya hanya ada kepentingan politik dibalik isu provinsi Madura.

Masih menurut Husni, Budaya Madura sudah memang selayaknya menjadi peradaban. Karena madura memiliki banyak sekali kekayaan budaya lokal, mulai dari penyerepan bahasa asing menjadi bahasa Madura. Berbagai jenis kesenian, adat dan istiadat. Semua itu sudah jauh ada sebelum kita memperdebatkan Madura layak menjadi provinsi atau tidak.

Adapun pemuda yang hadir tampak begitu beragam, mulai dari organisasi yang berbeda, mulai dari ANSOR, PMII, HMI dan IPNU Bangkalan, Sampang Pamekasan Dan Sumenep. perwakilan dari pengurus BEM (badan eksekutif mahasiswa) dari kampus UTM, STKIP dan berbagai organisasi kepemudaan lainya. Mereka hadir sebagai pemuda cerdas lintas Kabupaten se-Madura membicaran tentang persoalan tarik ulurnya provinsi Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *