Pemprov Malut Dinilai Tidak Serius Dalam Pembayaran Dana Proyek

Foto Karo Keuangan Ahmad Purubaya(kemeja Batik) dan Plt Sekprov Malut Muabdin Radjab.

Reporter: Ipul

Ternate Malut, Kamis (29/12/2016) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) dinilai tidak komitmen melakukan pencairan anggaran terhadap sejumlah proyek yang telah selesai dikerjakan oleh para kontraktor sehingga para kontraktor menilai bahwa serius dalam menanggapi persoalan ini.

Saat ditemui suara indonesia-news Salah satu kontraktor yang tidak mau sebutkan namanya mengatakan pihaknya terus dijanjikan oleh kepala Biro Keuangan Setda Pemprov Malut Ahmad Purubaya bahwa dirinya akan membayar proyek yang telah diselesaikan.

“Tapi buktinya sampai bulan Desember ini belum juga dibayarkan.sehingga kami mengambil kesimpulan dan mengambil ketegasan apabilah janji tersebut tak direalisasikan oleh Biro Keuangan, maka kami akan menempuh jalur hukum,” jelasnya.

Terpisah, Bendahara Biro Keuangan, H. Ridwan, saat ditemui media ini di ruang kerjanya eks Kantor Bank Mandiri, Rabu (28/12). Ia menyatakan saat ini kas daerah kosong, sehingga Biro Keuangan sendiri masih menunggu dana transfer dari pusat.

“Kami mau bayar pakai apa? sementara tidak ada anggaran, kami masih menunggu transfer dana dari Kementerian Keuangan, apabila nantinya dana sudah ada akan dibayarkan sesuai paket yang dikarjakan oleh kontraktor. Dan kami tidak akan menahan proses pencairan bila ada anggarannya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Keuangan, Ahmad Purbaya dan Sekretaris Daerah, Muabdin Radjab, pada saat di konfirmasi suaraindonesia-news semalam di kediamanya masing-masing (28/12), keduanya belum dapat memberikan keterangan terkait persoalan kekosongan anggaran yang terjadi di lingkup Pemprov Malut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here