Pemkot Probolinggo Kembali Gelar Rapid Test Untuk Calon Mahasiswa

oleh -144 views
Calon mahasiswa dari Kota Probolinggo yang ikut Rapid Test, dipantau langsung wali kota Hadi Zainal Abidin.

PROBOLINGGO, Selasa (14/7/2020) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo, Jawa Timur kembali menggelar rapid test gratis bagi calon mahasiswa yang berasal dari wilayahnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota Probolinggo di jalan Panglima Sudirman kota setempat, diikuti oleh sejumlah calon mahasisawa dari kota probolinggo, Selasa (14/7/20) siang.

Dalam kegiatan tersebut, lima orang dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dari tim tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo dilibatkan sebagai panitia pemeriksa rapid test.

Ketua Koordinator rapid test, Hariyanto, menjelaskan, rapid test kali ini merupakan yang ke empat kalinya digelar Pemkot Probolinggo sebagai antisipasi penyebaran virus corona yang saat ini masih menjadi pandemi.

“Saat pandemi Covid-19, surat keterangan sehat melalui rapid test memang menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi calon mahasiswa untuk mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di universitas yang menjadi tujuannya,” kata Hariyanto.

Ia sebutkan, hari ini sebanyak 100 buah alat rapid test telah disiapkan Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Probolinggo.

Rapid test ini, lanjut Hariyanto, merupakan fasilitas yang diberikan Pemkot secara gratis dengan ketentuan peserta merupakan calon mahasiswa asal Kota Probolinggo dengan melampirkan foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), foto kopi Kartu Keluarga (KK) dan form pendaftaran universitas yang dituju.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar sejak pertama kami buka jam 09.00 WIB hingga siang ini. Rapid test ini bisa mengantisipasi dan mendeteksi dini kondisi peserta,” terangnya.

“Karena dilihat dari perkembangan kasus Covid-19 Kota Probolinggo grafiknya naik, kami berharap tidak ada satu pun calon mahasiswa yang reaktif,” harapnya.

Ia tambahkan, surat keterangan sehat yang dikeluarkan pemerintah melalui rapid test ini hanya berlaku selama tujuh hari.

Katena itu kami mengimbau kepada peserta, agar menggunakan surat keterangan sehat ini disesuaikan kebutuhan tanggalnya.

“Karena surat ini hanya berlaku tujuh hari sejak peserta melakukan rapid test. Selebihnya peserta melakukan rapid test kembali jika tanggalnya kadaluarsa,” imbuhnya.

Sementara Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyampaikan, pihaknya terus berupaya hadir di tengah-tengah masyarakat dalam situasi dan kondisi apapun.

Menurut Wali Kota yang akrab dipanggil dengan sebutan Habib Hadi ini, rapid test secara gratis ini akan terus dilaksanakan jika masyarakat masih memerlukan sebagai tindak lanjut kebutuhan berikutnya.

“Pemerintah harus terus memerhatikan apa yang menjadi harapan masyarakat, khususnya mahasiswa. Karena mereka ingin belajar dan tentunya hasil rapid test ini menjadi syarat utama. Untuk itu Pemerintah harus hadir,” ungkap wali kota.

“Kita memberikan fasilitas ini agar kami bisa mengeluarkan surat keterangan sehat yang betul-betul bisa dipertanggung jawabkan,” pungkas orang nomor satu di kota probolinggo ini.

Dari pantauan media ini, sejumlah calon mahsiswa asal kota probolinggo yang mengikuti rapid test gratis yang digelar Pemkot setempat, hasilnya semua negatif, tidak ada yang reaktif.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *