Pemkot dan Pemprov Gelontorkan Tujuh Miliar Untuk Menata Kali Loji

Gereja Santo Petrus yang berdiri gagah di sebeleh selatan Kali Loji

PEKALONGAN, Rabu (9/4/2019) suaraindonesia-news.com – Pemkot Pekalongan dan Pemprov Jawa Tengah siap menggelontorkan dana untuk menata ulang kawasan Kali Loji. Pemkot Pekalongan mengucurkan dana Rp 3,5 miliar guna pembebasan lahan, sedangkan Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air, dan Penataan Ruang (Pudataru) Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan dana Rp 3,5 miliar.

Kepala Bidang Permukiman Dinperkim Kota Pekalongan, Muhammad Wisnu Nugroho, menyebut bahwa ini merupakan program kolaborasi antara Pemkot dan Pemprov. Akan ada dua fokus dalam proyek tersebut, penataan kawasan Kali Loji dan Permukiman.

“Ini adalah program kolaborasi, Pemkot menyediakan lahannya, dan Pemprov bagian konstruksinya,” ungkap Wisnu (10/4).

Lebih lanjut, Wisnu mengutarakan, dari DED yang sudah dibuat Pusdataru Pemprov Jawa Tengah, akan dibuat tanggul sepanjang 1,5 kilometer, dimulai dari sisi utara Kelurahan Krapyak, yaitu di Jalan Mahakam, hingga Taman Jlamprang di Kelurahan Klego.

“Dari 1,5 kilometer (1.500 meter) dalam setahun hanya mampu dikerjakan 200 meter. Sehingga butuh sekira 7 tahun untuk merampungkannya,” tegas Wisnu.

Demi mencegah meluapnya sungai, Wisnu menjelaskan, nantinya Kali Loji akan dilebarkan sekitar 25 meter. Setelah itu dipasang site pile yang fungsinya seperti tanggul. Kemudian dari parapet selebar 3 meter. Baru kemudian jalan inspeksi selebar 6 meter.

Sementara itu, Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz memaparkan bahwa pembangunan di Kawasan Krapyak ini mempertimbangkan aspek historis, filosofis, dan arsitektural.

“Kita lihat potensinya. Krapyak ini punya histori yang cukup panjang dari mulai terbentuknya, sejarahnya, dan budayanya,” tandas Saelany.

Reporter : Arsyad
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here